Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 1 November 2026
Ibu Rumah Tangga di Tanjung Benoa Dirampok di Kos
BERITABALI.COM, BADUNG.
Tindak pidana pencurian disertai aksi kekerasan menimpa seorang ibu rumah tangga bernama Mutammimah (44), warga asal Pasuruan, Jawa Timur.
Korban mengalami kejadian mencekam saat berada di kamar kosnya di kawasan Gang Pipit, Tanjung Benoa, Kuta Selatan, pada Jumat (27/6/2025) sekitar pukul 19.00 WITA.
Saat itu, korban tengah santai di kamar kosnya usai beres-beres. Sambil berbaring di kasur, korban menelpon seseorang dengan pintu kamar dibiarkan terbuka.
Beberapa saat kemudian, korban kaget saat melihat seorang pria tak dikenal tiba-tiba muncul di depan pintu. Tanpa basa-basi, pelaku langsung masuk ke kamar dan menampar mulut korban.
Tidak berhenti di situ, pelaku mendekati korban dan menindih tubuhnya di atas kasur, lalu merampas ponsel yang sedang digunakan korban.
"Korban sedang berbaring tidur sedang menelpon dan ponselnya dirampas pelaku. Pelakunya 1 orang," beber sumber, Minggu (29/6/2025).
Setelah berhasil merampas ponsel, pelaku kabur meninggalkan lokasi. Korban yang panik berusaha keluar kamar dan berteriak minta tolong, namun pelaku telah lebih dulu menghilang. Warga sekitar pun datang membantu korban.
Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polsek Kuta Selatan pada malam harinya. Kerugian korban ditaksir mencapai Rp1,2 juta akibat raibnya ponsel Vivo warna biru laut.
Hingga kini, pihak kepolisian masih memburu pelaku. Sementara itu, Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP Ketut Sukadi, mengaku belum mendapatkan informasi lengkap terkait peristiwa tersebut.
"Belum dapat info, cek dulu," bebernya saat dikonfirmasi, Minggu (29/6/2025).
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/spy
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan