Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Air Laut Surut, Antrean Gilimanuk Mengular 1,5 Km
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Surutnya air laut mengganggu aktivitas penyeberangan Jawa–Bali di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Rabu (28/10/2026).
Kendala sandar kapal di Dermaga Landing Craft Machine (LCM) menyebabkan proses bongkar muat terhenti sementara dan antrean kendaraan mengular hingga 1,5 kilometer.
Gangguan mulai dirasakan nakhoda kapal sekitar pukul 04.00 WITA. Rendahnya permukaan air laut membuat posisi pintu rampa (ramdoor) kapal tidak sejajar dengan bibir dermaga plengsengan, sehingga kapal kesulitan merapat untuk melakukan bongkar muat.
Sejumlah kapal terpaksa lego jangkar dan menunggu di perairan hingga permukaan air laut kembali naik. Kondisi ini memperlambat arus penyeberangan, terutama bagi kendaraan angkutan logistik dan barang.
Sekitar pukul 10.00 WITA, antrean kendaraan dilaporkan memanjang hingga keluar kawasan pelabuhan dan mencapai area depan gereja Gilimanuk.
Salah seorang sopir logistik di lokasi, Yanuar (45), mengatakan surutnya air laut di Dermaga LCM merupakan kendala yang kerap terjadi pada jam-jam tertentu.
"Kondisi seperti ini biasanya baru membaik agak siang, di atas jam sembilan baru kapal bisa leluasa sandar," ungkapnya saat menunggu giliran masuk kapal.
Kepadatan kendaraan semakin terasa karena kapasitas pelayanan dermaga belum beroperasi penuh. Dermaga tipe Movable Bridge (MB) masih melayani pengguna jasa penyeberangan, tetapi Dermaga MB 2 sementara dinonaktifkan karena menjalani pemeliharaan berkala.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, AKP Gusti Kade Alit Murdiasa, memastikan penumpukan kendaraan dipicu faktor alam, yakni surutnya air laut yang menghambat kapal bersandar di Dermaga LCM.
Untuk mengantisipasi kemacetan di jalan utama, kepolisian menyiagakan personel di sejumlah titik rawan guna mengatur antrean dan menjaga kelancaran arus lalu lintas di sekitar pelabuhan.
"Pemicunya murni faktor alam, air laut surut sehingga kapal di dermaga LCM terkendala bersandar. Petugas kami sudah disiagakan di lapangan untuk merekayasa dan mengurai arus lalu lintas," terang AKP Alit Murdiasa.
Sementara itu, Manager Humas PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Bintang Felfian, mengimbau pengguna jasa penyeberangan agar memperhitungkan waktu perjalanan dan memantau perkembangan cuaca maritim sebelum menuju pelabuhan.
ASDP menyatakan akan memaksimalkan proses pemuatan kendaraan setelah kondisi pasang air laut kembali mencapai level yang aman untuk aktivitas sandar kapal.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5980 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4666 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2307 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan