Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 21 Agustus 2026
Cuaca Ekstrem, Penyeberangan Selat Lombok Turun 20 Persen
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Aktivitas penyeberangan kapal cepat di lintas Selat Lombok mengalami penurunan tajam hingga 15–20 persen dibandingkan tahun lalu.
Penurunan ini disebabkan oleh cuaca ekstrem yang melanda wilayah perairan Bali–Lombok, khususnya gelombang tinggi dan angin kencang yang membahayakan pelayaran. Hal ini disampaikan Ketua Asosiasi Kapal Cepat Indonesia (Akacindo) Bali–Lombok, I Wayan Sudana.
“Faktor cuaca sangat memengaruhi. Tahun ini cukup ekstrem. Gelombang tinggi dan angin kencang memaksa penyeberangan ditutup sementara,” ujarnya, Kamis (17/7/2025) di Sanur, Denpasar.
Penyeberangan sempat dihentikan beberapa kali menyusul notifikasi resmi dari pusat, yang biasanya dikeluarkan satu hingga dua hari sebelumnya berdasarkan pantauan kondisi laut. Penutupan dilakukan demi menjaga keselamatan penumpang dan awak kapal.
Pihak terkait juga memastikan bahwa setiap keputusan penundaan penyeberangan selalu dikoordinasikan dengan kepala pusat dan otoritas terkait di wilayah maritim.
“Begitu kondisi laut membaik, akan segera diterbitkan notifikasi pembukaan kembali penyeberangan,” tambahnya.
Penurunan jumlah keberangkatan ini tidak hanya berdampak pada operator pelayaran, namun juga sektor logistik dan pariwisata, terutama menjelang musim liburan.
Meski demikian, Sudana menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama bagi seluruh pemangku kepentingan di jalur laut Selat Lombok.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4594 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2405 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2060 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1661 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1097 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun