Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 6 Juli 2026
Cuaca Ekstrem, Penyeberangan Selat Lombok Turun 20 Persen
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Aktivitas penyeberangan kapal cepat di lintas Selat Lombok mengalami penurunan tajam hingga 15–20 persen dibandingkan tahun lalu.
Penurunan ini disebabkan oleh cuaca ekstrem yang melanda wilayah perairan Bali–Lombok, khususnya gelombang tinggi dan angin kencang yang membahayakan pelayaran. Hal ini disampaikan Ketua Asosiasi Kapal Cepat Indonesia (Akacindo) Bali–Lombok, I Wayan Sudana.
“Faktor cuaca sangat memengaruhi. Tahun ini cukup ekstrem. Gelombang tinggi dan angin kencang memaksa penyeberangan ditutup sementara,” ujarnya, Kamis (17/7/2025) di Sanur, Denpasar.
Penyeberangan sempat dihentikan beberapa kali menyusul notifikasi resmi dari pusat, yang biasanya dikeluarkan satu hingga dua hari sebelumnya berdasarkan pantauan kondisi laut. Penutupan dilakukan demi menjaga keselamatan penumpang dan awak kapal.
Pihak terkait juga memastikan bahwa setiap keputusan penundaan penyeberangan selalu dikoordinasikan dengan kepala pusat dan otoritas terkait di wilayah maritim.
“Begitu kondisi laut membaik, akan segera diterbitkan notifikasi pembukaan kembali penyeberangan,” tambahnya.
Penurunan jumlah keberangkatan ini tidak hanya berdampak pada operator pelayaran, namun juga sektor logistik dan pariwisata, terutama menjelang musim liburan.
Meski demikian, Sudana menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama bagi seluruh pemangku kepentingan di jalur laut Selat Lombok.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3566 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1129 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 540 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 518 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun