Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Rumah Ambruk Disapu Banjir di Mengwitani, Perbekel Sebut Perumahan Tak Kantongi Izin
beritabali/ist/Rumah Ambruk Disapu Banjir di Mengwitani, Perbekel Sebut Perumahan Tak Kantongi Izin.
BERITABALI.COM, BADUNG.
Pascakejadian rumah ambruk disapu banjir yang menelan tiga orang korban jiwa dan hingga kini belum ditemukan di salah satu komplek perumahan di Mengwitani, Mengwi, Badung, muncul dugaan bahwa areal komplek perumahan tersebut belum mengantongi izin resmi.
Hal ini disampaikan langsung oleh Perbekel Desa Mengwitani, I Nyoman Suwardana, saat ditemui di lokasi musibah pada Kamis (18/9/2025) sore.
"Kami tahu kaplingan yang ada di sini belum tentu ada izinnya, tidak ada izin sama sekali, bahkan saat ada pengembang masuk ke desa kami tidak diberi laporan, bahkan kepala lingkungan kami juga tidak tahu. Oleh karena itu kami tidak bisa memantau kegiatan terjadi di lapangan," jelasnya.
Menurut Suwardana, pihak pengembang tidak pernah melaporkan kegiatan pengaplingan baik ke Desa Dinas maupun ke Desa Adat.
"Sama sekali tidak ada izin ke kami, ke desa adat pun tidak pernah ada izin untuk melaksanakan kegiatan pengembangan kaplingan ini," katanya.
Ia menambahkan, pihak desa sudah melakukan pendataan penduduk pendatang, meski diakuinya masih ada warga non permanen yang belum melaporkan keberadaannya.
"Kami sudah melakukan pendekatan ke penduduk non permanen biasanya melaporkan dirinya bahwa mereka berdomisili di sini, ada juga saudara-saudara kita belum mendaftarkan dirinya. Jadi, ini yang belum kita data di Mengwitani," paparnya.
Pendataan, menurutnya, sangat penting agar identitas dan jumlah penghuni bisa diketahui secara pasti.
"Pendataan penting, agar saat terjadi kejadian kita mengetahui siapa namanya.Misal, seperti kemarin sudah kita laporkan ini siapa namanya dan berapa orang. Tujuan kita mendata bukan karena pungutan, tujuannya ingin mengetahui jumlah warga dan mengetahui identitas warga tersebut," ucapnya.
Lebih lanjut, ia berharap agar pemerintah Kabupaten Badung menertibkan tata ruang, khususnya di Mengwitani, untuk mencegah kejadian serupa terulang.
"Maka dari itu saya berharap agar tata ruang ini perlu kita perbaiki bagaimana caranya dari pemerintah, mudah- mudahan dapat melakukan penertiban tata ruang di daerah Mengwitani ini dan Badung pada umumnya," harap Suwardana.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5900 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4628 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2238 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan