Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Bocah SMP di Jembrana Diduga Dianiaya Oknum Kaling

Kamis, 2 Oktober 2025, 15:16 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/ilustrasi/Bocah SMP di Jembrana Diduga Dianiaya Oknum Kaling.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Kasus dugaan penganiayaan dan perundungan terhadap seorang anak di bawah umur menghebohkan warga Jembrana. Peristiwa ini dilaporkan ke Polres Jembrana pada Rabu (1/10/2025) setelah videonya beredar luas melalui pesan WhatsApp.

Korban berinisial POM (14), siswa kelas II SMP asal Kecamatan Jembrana, diduga menjadi korban penganiayaan seorang oknum kepala lingkungan (Kaling) di Kelurahan Dauhwaru. Kejadian itu berlangsung Sabtu (27/9/2025) malam sekitar pukul 21.00 WITA di Desa Batuagung.

Kronologi bermula saat korban bersama seorang temannya hendak menonton pertandingan bola voli di GOR Kresna Jvara. Karena tidak ada kegiatan, keduanya memutuskan pulang. Namun, di pertigaan Banjar Tegalasih, korban dicegat pelaku.

“Dia langsung nuduh saya ikut trek-trekan. Padahal saya tidak ikut,” ujar korban.

Korban mengaku pelaku kemudian mendorong sepeda motornya hingga terjatuh, memukul dada hingga sesak, serta menjambak rambut berulang kali. Bahkan, ia sempat dikejar hingga masuk ke sebuah toko busana adat, dijambak, ditarik keluar, dan diancam akan dibunuh.

Akibat kejadian itu, korban dilarikan neneknya ke Rumah Sakit Bali Med karena mengalami sesak di dada. Sang nenek, I GAA, menyebut cucunya trauma dan menangis kesakitan usai peristiwa itu. Ia menambahkan, pelaku sempat membantah, namun akhirnya mengakui perbuatannya setelah ditunjukkan rekaman CCTV dari toko tempat cucunya meminta pertolongan.

Ibu korban, I Gusti Ayu RMS, menegaskan pihak keluarga tidak terima atas perlakuan tersebut dan berkomitmen melanjutkan kasus ini ke ranah hukum.

Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP I Made Suharta Wijaya, saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan. “Kasusnya masih lidik,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Kepala Dinas PPPA-PPKB Jembrana, Ni Kade Ari Sugianti, menyatakan pihaknya akan memberikan pendampingan terhadap korban. “Kami akan koordinasikan untuk pendampingan,” katanya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/jbr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami