Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 29 September 2026
Harga Properti di Bali Terus Naik, BI Ungkap Penyebab Utama
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Harga properti residensial di Bali kembali menunjukkan tren peningkatan. Hal ini terungkap dari hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) yang dirilis Bank Indonesia Provinsi Bali untuk periode triwulan III 2025.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, mengatakan kenaikan harga terjadi lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya.
Berdasarkan laporan, Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) triwulan III 2025 tumbuh 1,08% (yoy), naik dari 0,67% (yoy) pada triwulan II 2025. Kenaikan ini dipengaruhi peningkatan harga di tiga kategori rumah, yaitu rumah kecil, menengah, dan besar. Masing-masing tumbuh 1,66% (yoy), 1,12% (yoy), dan 0,82% (yoy).
Erwin menjelaskan peningkatan harga terutama disebabkan oleh naiknya harga faktor produksi.
“Mayoritas responden menyatakan bahwa kenaikan harga bahan bangunan dan upah kerja menjadi kontributor utama dalam peningkatan harga unit rumah,” ujarnya.
Di sisi permintaan, pangsa penjualan rumah berukuran besar meningkat 0,7%, sejalan dengan kebutuhan hunian luas dan tren investasi properti jangka panjang di Bali. Sementara itu, rumah tipe sedang turun 0,7%, dan penjualan rumah kecil tercatat stabil.
Meski permintaan tetap ada, pasar properti residensial primer di Bali masih menghadapi sejumlah tantangan. Erwin menyebut suku bunga KPR, keterbatasan lahan, uang muka tinggi, dan naiknya biaya konstruksi sebagai faktor yang menahan minat beli masyarakat.
Dari sisi pembiayaan, survei mencatat pembangunan properti di Bali sebagian besar masih didanai oleh kas internal pengembang. Sebesar 55% pembiayaan bersumber dari dana sendiri, sedangkan pinjaman bank menyumbang 36,6%, dana pembeli 6,3%, dan lembaga keuangan nonbank 2,2%.
Baca juga:
Properti Komersial Bali Menek 8,46 Persen, Sektor Ritel Lan Apartemen Ngebekin Pangalimbak
Untuk konsumen, skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) masih mendominasi pembelian rumah primer di Bali, mencapai 62,1% dari total transaksi. Sementara pembelian dengan skema cash bertahap tercatat 34,5%, dan cash keras sebesar 3,4%.
Erwin menegaskan bahwa tren kenaikan harga properti perlu menjadi perhatian, khususnya bagi masyarakat dan pelaku industri yang ingin memanfaatkan peluang pasar sekaligus mengantisipasi risiko pembiayaan ke depan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8538 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5894 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3696 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2530 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar