Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 29 Juni 2026
Harga Properti di Bali Terus Naik, BI Ungkap Penyebab Utama
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Harga properti residensial di Bali kembali menunjukkan tren peningkatan. Hal ini terungkap dari hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) yang dirilis Bank Indonesia Provinsi Bali untuk periode triwulan III 2025.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, mengatakan kenaikan harga terjadi lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya.
Berdasarkan laporan, Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) triwulan III 2025 tumbuh 1,08% (yoy), naik dari 0,67% (yoy) pada triwulan II 2025. Kenaikan ini dipengaruhi peningkatan harga di tiga kategori rumah, yaitu rumah kecil, menengah, dan besar. Masing-masing tumbuh 1,66% (yoy), 1,12% (yoy), dan 0,82% (yoy).
Erwin menjelaskan peningkatan harga terutama disebabkan oleh naiknya harga faktor produksi.
“Mayoritas responden menyatakan bahwa kenaikan harga bahan bangunan dan upah kerja menjadi kontributor utama dalam peningkatan harga unit rumah,” ujarnya.
Di sisi permintaan, pangsa penjualan rumah berukuran besar meningkat 0,7%, sejalan dengan kebutuhan hunian luas dan tren investasi properti jangka panjang di Bali. Sementara itu, rumah tipe sedang turun 0,7%, dan penjualan rumah kecil tercatat stabil.
Meski permintaan tetap ada, pasar properti residensial primer di Bali masih menghadapi sejumlah tantangan. Erwin menyebut suku bunga KPR, keterbatasan lahan, uang muka tinggi, dan naiknya biaya konstruksi sebagai faktor yang menahan minat beli masyarakat.
Dari sisi pembiayaan, survei mencatat pembangunan properti di Bali sebagian besar masih didanai oleh kas internal pengembang. Sebesar 55% pembiayaan bersumber dari dana sendiri, sedangkan pinjaman bank menyumbang 36,6%, dana pembeli 6,3%, dan lembaga keuangan nonbank 2,2%.
Baca juga:
Properti Komersial Bali Menek 8,46 Persen, Sektor Ritel Lan Apartemen Ngebekin Pangalimbak
Untuk konsumen, skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) masih mendominasi pembelian rumah primer di Bali, mencapai 62,1% dari total transaksi. Sementara pembelian dengan skema cash bertahap tercatat 34,5%, dan cash keras sebesar 3,4%.
Erwin menegaskan bahwa tren kenaikan harga properti perlu menjadi perhatian, khususnya bagi masyarakat dan pelaku industri yang ingin memanfaatkan peluang pasar sekaligus mengantisipasi risiko pembiayaan ke depan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun