Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Koster Tegas Tolak Sampradaya Asing di Bali

Minggu, 21 Desember 2025, 22:40 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok Humas Pemprov/Koster Tegas Tolak Sampradaya Asing di Bali.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan sikap tegasnya menolak keberadaan sampradaya asing yang dinilai dapat mengganggu tatanan sosial dan spiritual Bali. 

Pernyataan ini disampaikannya saat membuka Lokasabha XII MGPSSR (Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi) bertempat di Ruang Pertemuan Kertha Gosana, Puspem Badung, Minggu (21/12).

Lokasabha XII merupakan forum musyawarah kerja tingkat provinsi MGPSSR yang menjadi wadah konsolidasi strategis dalam menjaga adat dan budaya Bali, sekaligus mendukung pembangunan daerah berbasis kearifan lokal.

Dalam sambutannya, Koster yang didampingi Wakil Gubernur Nyoman Giri Prasta menilai keberadaan MGPSSR sangat berperan dalam memperkuat pesemetonan, serta menjaga keseimbangan pembangunan Bali. Forum tersebut disebut sebagai ruang diskusi penting antara pemerintah dan masyarakat adat.

Koster menekankan pentingnya menjaga warisan leluhur secara sekala dan niskala. Ia juga mengingatkan bahwa meningkatnya kepentingan agama, budaya, hingga ekonomi terhadap Bali harus disikapi dengan kewaspadaan.

“Bali menjadi rebutan karena keindahannya dan daya tariknya bagi dunia. Ada kepentingan agama, budaya, ekonomi, politik, dan lainnya. Ada yang bertujuan baik, ada pula yang berdampak buruk. Kita tidak boleh lengah,” tegasnya.

Penolakan Koster terhadap sampradaya asing disampaikan secara lugas. Ia menilai praktik tersebut berpotensi memicu konflik horizontal dan merusak harmoni masyarakat Bali.

“Saya sebagai Gubernur tegas, tidak bisa untuk sampradaya asing yang merusak tatanan Bali. Kritik dan bully silakan, tetapi saya ingin menjaga dan meneruskan budaya serta adat warisan Bali secara utuh,” ujarnya.

Koster juga menyampaikan arah pembangunan Bali melalui konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali dalam Pola Pembangunan Semesta Berencana. Ia menyebut Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun akan mulai diresmikan pada 22 Oktober 2025.

“Tanpa haluan yang jelas, Bali bisa terombang-ambing. Karena itu saya ngrastiti bhakti sekala-niskala agar Bali tetap eksis, berdaya saing, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang,” katanya.

Selain itu, ia menegaskan kebijakan pengendalian alih fungsi lahan dan pembatasan toko berjejaring demi menjaga ketahanan pangan serta keberlangsungan warung lokal.

“Satu toko modern bisa mematikan 30 warung. Kita batasi, bukan memberangus, dengan tidak memberikan izin baru,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Koster mengajak seluruh Semeton Pasek untuk aktif bersinergi menjaga Bali agar tetap berlandaskan adat, budaya, dan kearifan lokal. Ia berharap Lokasabha XII MGPSSR menghasilkan keputusan strategis untuk kemajuan Bali.

Menutup sambutannya, Koster memohon dukungan masyarakat atas tugasnya bersama Giri Prasta.

“Saya menyiapkan diri ngayah total, lascarya. Astungkara, semoga Lokasabha XII MGPSSR menghasilkan keputusan penting yang memargi antar rahayu bagi Bali,” pungkasnya.

Kegiatan ini dihadiri 1.280 peserta dari sembilan kabupaten/kota di Bali, perwakilan pusat MGPSSR, serta pemerintah daerah. Agenda utama Lokasabha XII meliputi pertanggungjawaban pengurus dan pemilihan ketua baru.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rls



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami