Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 12 Mei 2026
Pesona Desa Wisata Bali, Mengapa Ada Pula Konfliknya?
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sejak masa kolonial Belanda bercokol di Bali, pariwisata telah berkembang dengan mengandalkan eksotika dan keindahan alam Bali. Kawasan Kuta bermula dari daerah perdagangan di pesisir kemudian menjadi surga bagi para surfer dan pelancong pemuja kebebasan.
Kemudian ada Sanur yang menjadi tujuan para seniman dan pencari ketenangan. Ada pula Ubud dimana seniman internasional difasilitasi oleh keluarga Puri atau kerajaan untuk bermukim disana.
Pariwisata massal dengan fasilitas modern baru dirancang setelah pemerintah Indonesia dengan dukungan United Nations Development Programme (UNDP) memanfaatkan jasa Societe Centrale pour l’Equipement Touristique Outre-Mer (SCETO) untuk merancang masa depan pariwisata Bali.
Konsultan pariwisata asal Prancis kemudian merekomendasikan pembangunan Kawasan pariwisata Nusa Dua di Badung, Bali Selatan. Bersamaan dengan itu dibangun pula Bandara Ngurah Rai serta By Pass Ngurah Rai yang menghubungkan daerah pusat pariwisata.
Selama masa Orde Baru, perkembangannya akomodasi wisata seperti hotel, night club dan restoran dibatasi hanya di kawasan Bali selatan, khususnya di Kabupaten Badung. Alasannya adalah untuk membatasi dampak buruk dari gaya hidup wisatawan pada orang adat dan budaya Bali.
Selama masa itu, desa-desa di Bali yang memiliki keunikan telah menjadi daerah tujuan wisata seperti misalnya Desa Tenganan di Karangasem dan Desa Panglipuran di Bangli.
Setelah terjadinya, otonomi daerah yang bertumpu pada peran pemerintah kabupaten, upaya pengembangan desa wisata menjadi semakin kuat. Hampir setiap desa Kabupaten di Bali memiliki desa-desa khusus dengan kekhasannya masing-masing.
Sebutlah Desa Pemuteran di Buleleng dengan kekayaan alam bawah lautnya. Desa ini pada 2025 dinobatkan sebagai “Best Tourism Village 2025” oleh Organisasi Pariwisata Dunia UN Tourism. Baca laporannya di Dunia pun Jatuh Hati pada Desa Pemuteran Bali.
Ada juga Kawasan Jatiluwih di Tabanan yang pada tahun 2024 Best Tourism Village juga dari UN Tourism. Sayangnya, Kawasan yang sudah pengakuan sebagai Warisan Budaya Dunia ini menjadi arena konflik antara petani dengan Pemerintah. Seperti dalam tulisan Malapetaka di Kawasan Wisata Jatiluwih, Mengapa Petani Meradang? dan Jalan Tengah untuk Konflik di Jatiluwih.
Diantara prestasi dan masalah itu, desa-desa wisata di Bali tetap tumbuh dengan berbagai ciri khasnya seperti ditampilkan dalam liputan berbagai destinasi.
Kami pilih yang cukup baru perkembangannya, khususnya adalah desa yang berkembang setelah masa pandemi COVID-19. Pada masa itu banyak pekerja pariwisata yang pulang ke desa dan menjadi penggerak desa wisata.
Sebut saja Desa Sangkaragung di Jembrana dengan kesenian Jegognya di tulisan Menjaga Warisan Budaya Jegog Jembrana. Desa Undisan di Bangli dengan tawaran otentisitas Bali pada tulisan Menjajal Bali yang Otentik di Desa Wisata Undisan dan Desa Batuan Kaler di Gianyar yang mengembangkan wisata berbasis cagar budaya di Upaya Batuan Kaler jadi Desa Wisata tanpa Merusak Warisan Leluhur.
Baca juga:
79 Persen Desa Wisata di Bangli Mati Suri
Kemudian, Desa Menanga di Karangasem dengan keindahan alamnya di tulisan Pesona Telaga Surya di Desa Menanga Karangasem dan Desa Umeanyar di Buleleng dengan wisata petik anggurnya pada tulisan Memetik Anggur Impor di Desa Umeanyar Buleleng.
Terakhir, kami juga mewawancarai Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa yang juga orang Bali. Puspa yang membeberkan indikator pertumbuhan desa wisata yang tidak diukur dari banyaknya kunjungan, melainkan dari kemandirian ekonomi, kekuatan budaya, dan tata kelola berbasis komunitas. Lebih lengkap hasil wawancara bisa disimak di tulisan Wakil Menteri Pariwisata: Desa Wisata Bukan Mengubah Sawah Jadi Vila.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1104 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 875 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 696 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 645 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik