Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Perkuat Keamanan Wisatawan, A-PAD Dorong Integrasi Data Pariwisata dan Peringatan Dini
bbn/ilustrasi/dok Beritabali.com/Perkuat Keamanan Wisatawan, A-PAD Dorong Integrasi Data Pariwisata dan Peringatan Dini.
BERITABALI.COM, DENPASAR.
A-PAD Indonesia bersama para pemangku kepentingan lintas sektor menyelenggarakan workshop bertajuk “Pengembangan Peta Jalan Integrasi Data dan Informasi Pariwisata Berbasis Masyarakat dengan Sistem Peringatan Dini Bencana”.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat keselamatan wisatawan melalui integrasi sistem informasi pariwisata dan kebencanaan.
Workshop ini dilatarbelakangi oleh masih terpisahnya sistem informasi pariwisata dan sistem peringatan dini, serta belum optimalnya penyampaian informasi kebencanaan kepada wisatawan. Padahal, destinasi unggulan Indonesia berada di wilayah dengan risiko bencana tinggi.
Project Leader MoFA 2026, Anton R. Purnama, menegaskan pentingnya perubahan pendekatan dalam penyampaian informasi kebencanaan.
“Kita tidak kekurangan data. Yang kita hadapi adalah kesenjangan dalam menyampaikan informasi tersebut agar benar-benar sampai dan dipahami oleh wisatawan,” ujarnya belum lama ini.
Ia menambahkan bahwa integrasi ini bukan sekadar penggabungan sistem, tetapi transformasi cara komunikasi risiko.
“Informasi kebencanaan harus hadir di platform yang sudah digunakan wisatawan, bukan menunggu mereka mencari. Di situlah kunci keselamatan,” tegasnya.
Dari sisi pemerintah daerah, BPBD Provinsi Bali menekankan bahwa keselamatan wisatawan merupakan bagian tak terpisahkan dari kualitas layanan destinasi.
“Keamanan bukan lagi pelengkap dalam pariwisata, tetapi fondasi utama. Destinasi yang aman akan lebih dipercaya dan berdaya saing,” ungkap perwakilan BPBD Provinsi Bali.
Diskusi selama workshop mengungkap sejumlah tantangan utama, mulai dari rendahnya literasi kebencanaan, fragmentasi data antar lembaga, hingga kurangnya sistem yang ramah pengguna. Namun di sisi lain, Indonesia memiliki modal kuat berupa ketersediaan data, infrastruktur digital, serta jejaring komunitas yang aktif.
Peserta juga menyoroti pentingnya pendekatan berbasis pengalaman wisatawan (tourist journey), di mana informasi disampaikan sesuai fase perjalanan.
“Wisatawan tidak butuh informasi yang rumit, mereka butuh informasi yang cepat, jelas, dan bisa langsung ditindaklanjuti,” menjadi salah satu penekanan dalam diskusi peserta.
Sebagai hasil utama, workshop ini menyepakati pengembangan platform digital terintegrasi berbasis aplikasi yang menghubungkan informasi pariwisata dengan sistem peringatan dini secara real-time. Sistem ini akan dirancang multibahasa, inklusif, dan mudah diakses oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.
Selain itu, disusun pula peta jalan pengembangan sistem dengan target implementasi dalam 18 bulan, mencakup tahap perencanaan, pengembangan, uji coba, hingga implementasi dan sosialisasi.
Menutup kegiatan, A-PAD Indonesia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan sistem ini.
“Ketangguhan destinasi tidak bisa dibangun oleh satu pihak. Ini adalah kerja bersama pemerintah, industri, komunitas, dan masyarakat,” ujar tim A-PAD Indonesia.
Melalui inisiatif ini, diharapkan Indonesia dapat menghadirkan destinasi wisata yang tidak hanya menarik, tetapi juga aman, tangguh, dan terpercaya di tingkat global.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jun
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5900 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4628 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2238 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan