Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




RSUD Wangaya Tangani 300 Orang Terlantar Selama 2025

Selasa, 13 Januari 2026, 19:48 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/RSUD Wangaya Tangani 300 Orang Terlantar Selama 2025.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wangaya, Kota Denpasar, menangani tiga pasien terlantar pada awal tahun 2026. 

Dari jumlah tersebut, dua pasien telah diserahkan ke Dinas Sosial Kota Denpasar, sementara satu pasien lainnya dinyatakan meninggal dunia dan telah dimakamkan di kuburan Islam pada Selasa (13/1/2026).

Kepala Unit Humas dan Promosi RSUD Wangaya, Anak Agung Ayu Dewi Purnami, SST, mengatakan ketiga pasien tersebut masing-masing berinisial JU (55), AH (54), dan SA (51). Dua pasien, yakni JU dan AH, sudah menjalani perawatan sejak Desember 2025, sedangkan SA baru masuk pada Januari 2026.

Ia menjelaskan, dua pasien yang kondisinya telah memasuki masa pemulihan telah diserahkan kepada Dinas Sosial Kota Denpasar untuk penanganan lebih lanjut. Untuk pasien AH, identitas serta pihak keluarga telah diketahui dan yang bersangkutan akan dipulangkan ke Jakarta. Keluarga AH juga telah dikonfirmasi dan menyatakan siap menerima serta mengirimkan tiket kepulangan.

Sementara itu, pasien JU hingga kini belum diketahui keberadaan keluarganya. Oleh karena itu, pasien tersebut untuk sementara akan dititipkan ke sebuah yayasan sosial. Terkait pembiayaan, Agung Purnami menyebutkan bahwa dua pasien yang masih menjalani perawatan memiliki BPJS Kesehatan aktif sehingga seluruh biaya pelayanan medis ditanggung oleh BPJS.

"Hanya untuk yang pasien meninggal tidak memiliki jaminan kesehatan sehingga ditanggung negara," akunya.

Keterangan terpisah disampaikan Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Denpasar, A.A. Ayu Diah Kurniawati. Ia mengatakan pasien terlantar yang meninggal dunia tersebut tidak diketahui identitasnya, meskipun pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Denpasar untuk menelusuri data kependudukan.

"Atas bantuan Disdukcapil yang sudah cek iris mata, tidak juga diketahui identitasnya, sehingga kita putuskan untuk sementara kita makamkan dulu di pemakaman Islam," ujarnya.

Ia mengungkapkan, pasien yang meninggal tersebut sebelumnya ditemukan di jalan oleh petugas Pusdalop dan kemudian dirujuk ke RSUD Wangaya. Pasien tersebut meninggal dunia akibat penyakit hernia yang dideritanya.

Untuk dua pasien lainnya, JU mendapatkan perawatan akibat patah tulang, sementara AH menjalani perawatan karena mengidap penyakit tuberkulosis (TBC) dan diabetes. Dinas Sosial Kota Denpasar akan memfasilitasi pemulangan kedua pasien terlantar tersebut, mengingat kondisi mereka sudah membaik dan dapat diajak berkomunikasi.

Sepanjang tahun 2025, tercatat sekitar 300 orang terlantar di Kota Denpasar yang ditangani melalui kerja sama RSUD Wangaya dan Dinas Sosial Kota Denpasar.  Adapun jumlah pasien terlantar tahun 2024  yang ditangani di RSUD Wangaya sebanyak 24 orang dan tahun 2025  sebanyak 34 orang.

Sementara pada tahun 2026 ini, baru tercatat tiga pasien terlantar yang mendapatkan penanganan. Berdasarkan data tahun 2025, pasien terlantar yang dipulangkan paling banyak berasal dari Kupang, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, hingga Medan dan Aceh.

Catatan redaksi:

Sebelumnya disebutkan RSUD Wangaya menangani 300 pasien terlantar dikoreksi menjadi 300 orang terlantar yang datanya berasal dari Dinas Sosial Kota Denpasar. 

 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/maw



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami