Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Alasan Rumah Jabatan Bupati Bangli Berkonsep Sikut Satak, Telan Anggaran Rp29 Miliar

Senin, 26 Januari 2026, 09:19 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok Humas Bangli/Alasan Rumah Jabatan Bupati Bangli Berkonsep Sikut Satak, Telan Anggaran Rp29 Miliar.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BANGLI.

Pembangunan rumah jabatan Bupati Bangli mengusung konsep arsitektur tradisional Hindu Bali Sikut Satak dengan anggaran lebih dari Rp29 miliar. 

Proyek ini digarap sebagai simbol komitmen Pemerintah Kabupaten Bangli dalam melestarikan warisan budaya lokal sekaligus memperkuat identitas arsitektur khas Bangli.

Kabupaten Bangli menunjukkan keseriusannya dalam menjaga nilai-nilai tradisi melalui pembangunan rumah jabatan bupati yang dirancang berlandaskan filosofi Sikut Satak. Konsep ini diharapkan tidak hanya menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga menjadi representasi kebudayaan Bali yang adiluhung.

Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, menegaskan pembangunan rumah jabatan tersebut merupakan wujud nyata penghormatan pemerintah daerah terhadap budaya Bali, khususnya arsitektur tradisional Bangli.

Baca juga:
Anggaran Renovasi Rumah Jabatan Rp300 Juta, Siap Ditempati Bupati Terpilih

"Dengan menggunakan Sikut Satak, kami ingin rumah jabatan ini menjadi contoh bagi pembangunan lainnya di Bangli, sekaligus menjadi warisan budaya untuk generasi mendatang," ujarnya dalam Forum Group Discussion (FGD) yang dihadiri oleh Sekda Bangli, Tokoh Puri Bangli, Ketua MDA Bangli, Seniman ukir kayu dan paras, serta sejumlah pejabat terkait lainnya di Ruang Rapat Bupati Bangli, Sabtu (24/1/26).

Rumah jabatan bupati ini dibangun di atas lahan seluas 50 are dengan total anggaran mencapai lebih dari Rp29 miliar. Rancangannya mencerminkan arsitektur Bali khas Bangli dan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti Bale Ancak Saji, Bale Pertemuan, Bale Paon, Bale Kerta Pengajahan, Bale Munjungsari, Merajan, Bale Gedong, Tugu, serta bangunan pendukung lainnya.

Pemerintah Kabupaten Bangli juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahapan pembangunan. Dari unsur pengawasan, Kanit Tipikor Polres Bangli Iptu I Wayan Dwipayana menegaskan pihak kepolisian akan terus melakukan pemantauan.

Iptu I Wayan Dwipayana, dari Kanit Tipikor Polres Bangli, menyatakan bahwa pihaknya akan terus memantau proses ini untuk memastikan anggaran digunakan secara tepat dan tidak ada penyimpangan.

Dalam FGD tersebut, para peserta yang terdiri dari tokoh puri, Majelis Desa Adat (MDA), serta para seniman ukir kayu dan paras pada prinsipnya menyetujui pembangunan rumah jabatan dengan konsep Sikut Satak. Namun, mereka menekankan agar seluruh detail ornamen, termasuk panel dan ukiran bun-bunan atau suluran, benar-benar menampilkan motif khas Bangli.

Pembangunan rumah jabatan bupati ini diharapkan mampu menjadi contoh bagi daerah lain dalam melestarikan warisan budaya melalui pembangunan berbasis arsitektur tradisional yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat jati diri budaya Bangli.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: Humas Bangli



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami