Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 April 2026
Alasan Rumah Jabatan Bupati Bangli Berkonsep Sikut Satak, Telan Anggaran Rp29 Miliar
bbn/dok Humas Bangli/Alasan Rumah Jabatan Bupati Bangli Berkonsep Sikut Satak, Telan Anggaran Rp29 Miliar.
BERITABALI.COM, BANGLI.
Pembangunan rumah jabatan Bupati Bangli mengusung konsep arsitektur tradisional Hindu Bali Sikut Satak dengan anggaran lebih dari Rp29 miliar.
Proyek ini digarap sebagai simbol komitmen Pemerintah Kabupaten Bangli dalam melestarikan warisan budaya lokal sekaligus memperkuat identitas arsitektur khas Bangli.
Kabupaten Bangli menunjukkan keseriusannya dalam menjaga nilai-nilai tradisi melalui pembangunan rumah jabatan bupati yang dirancang berlandaskan filosofi Sikut Satak. Konsep ini diharapkan tidak hanya menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga menjadi representasi kebudayaan Bali yang adiluhung.
Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, menegaskan pembangunan rumah jabatan tersebut merupakan wujud nyata penghormatan pemerintah daerah terhadap budaya Bali, khususnya arsitektur tradisional Bangli.
Baca juga:
Anggaran Renovasi Rumah Jabatan Rp300 Juta, Siap Ditempati Bupati Terpilih
"Dengan menggunakan Sikut Satak, kami ingin rumah jabatan ini menjadi contoh bagi pembangunan lainnya di Bangli, sekaligus menjadi warisan budaya untuk generasi mendatang," ujarnya dalam Forum Group Discussion (FGD) yang dihadiri oleh Sekda Bangli, Tokoh Puri Bangli, Ketua MDA Bangli, Seniman ukir kayu dan paras, serta sejumlah pejabat terkait lainnya di Ruang Rapat Bupati Bangli, Sabtu (24/1/26).
Rumah jabatan bupati ini dibangun di atas lahan seluas 50 are dengan total anggaran mencapai lebih dari Rp29 miliar. Rancangannya mencerminkan arsitektur Bali khas Bangli dan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti Bale Ancak Saji, Bale Pertemuan, Bale Paon, Bale Kerta Pengajahan, Bale Munjungsari, Merajan, Bale Gedong, Tugu, serta bangunan pendukung lainnya.
Pemerintah Kabupaten Bangli juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahapan pembangunan. Dari unsur pengawasan, Kanit Tipikor Polres Bangli Iptu I Wayan Dwipayana menegaskan pihak kepolisian akan terus melakukan pemantauan.
Iptu I Wayan Dwipayana, dari Kanit Tipikor Polres Bangli, menyatakan bahwa pihaknya akan terus memantau proses ini untuk memastikan anggaran digunakan secara tepat dan tidak ada penyimpangan.
Dalam FGD tersebut, para peserta yang terdiri dari tokoh puri, Majelis Desa Adat (MDA), serta para seniman ukir kayu dan paras pada prinsipnya menyetujui pembangunan rumah jabatan dengan konsep Sikut Satak. Namun, mereka menekankan agar seluruh detail ornamen, termasuk panel dan ukiran bun-bunan atau suluran, benar-benar menampilkan motif khas Bangli.
Pembangunan rumah jabatan bupati ini diharapkan mampu menjadi contoh bagi daerah lain dalam melestarikan warisan budaya melalui pembangunan berbasis arsitektur tradisional yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat jati diri budaya Bangli.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Bangli
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3759 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1695 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang