Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 April 2026
Motif Asmara, Pria di Tegallalang Tewas Diduga Minum Racun Rumput
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Peristiwa tragis terjadi di Desa Pupuan, Kecamatan Tegallalang, Sabtu (25/4/2026) siang. Dua orang warga ditemukan dalam kondisi lemas di sebuah ladang setelah diduga meminum cairan pembasmi rumput jenis Gramaxone. Dalam kejadian tersebut, satu korban dinyatakan meninggal dunia.
Peristiwa itu pertama kali diketahui sekitar pukul 12.30 WITA oleh saksi I Gusti Ngurah Pica, yang juga merupakan suami dari salah satu korban. Saat itu, saksi berangkat menuju ladang miliknya untuk menyusul istrinya, AA RM (37), yang sebelumnya pergi mencari kayu bakar.
Namun setibanya di lokasi, saksi justru mendapati pemandangan mengejutkan. Ia melihat seorang pria yang dikenalnya sebagai tetangga, I NS (52), dalam kondisi duduk tanpa mengenakan celana. Tak jauh dari lokasi tersebut, saksi menemukan istrinya tergeletak lemas di tanah.
Saksi sempat mencoba membangunkan korban dengan memegang tubuh dan memanggilnya, namun tidak ada respons. Dalam kondisi panik, saksi kemudian bergegas pulang untuk meminta bantuan kepada warga lainnya, termasuk I Made Sudita dan Kepala Dusun setempat.
Informasi tersebut kemudian diteruskan ke pihak kepolisian Polsek Tegallalang untuk penanganan lebih lanjut.
Petugas bersama warga kemudian melakukan evakuasi terhadap kedua korban sekitar pukul 15.25 WITA dan membawanya ke RSU Payangan menggunakan ambulans. Namun nahas, setibanya di rumah sakit sekitar pukul 16.10 WITA, INS dinyatakan meninggal dunia oleh dokter akibat keracunan. Sementara itu, kondisi korban perempuan, AA RM, masih dalam penanganan medis.
Dari hasil penyelidikan awal, kedua korban diduga meminum cairan kimia pembasmi rumput jenis Gramaxone. Dugaan sementara, tindakan tersebut dilatarbelakangi oleh persoalan asmara, di mana keduanya diketahui memiliki hubungan di luar pernikahan.
Pihak keluarga korban telah menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah. Melalui perwakilan keluarga, yakni anak korban, I Ketut Limbur, keluarga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah dan menyatakan tidak akan menuntut pihak manapun atas peristiwa tersebut.
Kapolsek Tegallalang, AKP Ketut Win Wirahadi membenarkan kejadian tersebut. "Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah," tutup dia.
Catatan redaksi:
Hidup memang terkadang membuat individu goyah hingga berpikir untuk jalan pintas mengakhiri hidup. Namun percayalah ada jalan keluar yang lebih baik dari kematian.
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecenderungan bunuh diri, silakan menghubungi P3B (Pusat Pelayanan Pencegahan Bunuh Diri) Keluarga Compassion Tel: 082335555644, XL: 081999162555, IND: 08587536536
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3751 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1688 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang