Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Motif Asmara, Pria di Tegallalang Tewas Diduga Minum Racun Rumput
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Peristiwa tragis terjadi di Desa Pupuan, Kecamatan Tegallalang, Sabtu (25/4/2026) siang. Dua orang warga ditemukan dalam kondisi lemas di sebuah ladang setelah diduga meminum cairan pembasmi rumput jenis Gramaxone. Dalam kejadian tersebut, satu korban dinyatakan meninggal dunia.
Peristiwa itu pertama kali diketahui sekitar pukul 12.30 WITA oleh saksi I Gusti Ngurah Pica, yang juga merupakan suami dari salah satu korban. Saat itu, saksi berangkat menuju ladang miliknya untuk menyusul istrinya, AA RM (37), yang sebelumnya pergi mencari kayu bakar.
Namun setibanya di lokasi, saksi justru mendapati pemandangan mengejutkan. Ia melihat seorang pria yang dikenalnya sebagai tetangga, I NS (52), dalam kondisi duduk tanpa mengenakan celana. Tak jauh dari lokasi tersebut, saksi menemukan istrinya tergeletak lemas di tanah.
Saksi sempat mencoba membangunkan korban dengan memegang tubuh dan memanggilnya, namun tidak ada respons. Dalam kondisi panik, saksi kemudian bergegas pulang untuk meminta bantuan kepada warga lainnya, termasuk I Made Sudita dan Kepala Dusun setempat.
Informasi tersebut kemudian diteruskan ke pihak kepolisian Polsek Tegallalang untuk penanganan lebih lanjut.
Petugas bersama warga kemudian melakukan evakuasi terhadap kedua korban sekitar pukul 15.25 WITA dan membawanya ke RSU Payangan menggunakan ambulans. Namun nahas, setibanya di rumah sakit sekitar pukul 16.10 WITA, INS dinyatakan meninggal dunia oleh dokter akibat keracunan. Sementara itu, kondisi korban perempuan, AA RM, masih dalam penanganan medis.
Dari hasil penyelidikan awal, kedua korban diduga meminum cairan kimia pembasmi rumput jenis Gramaxone. Dugaan sementara, tindakan tersebut dilatarbelakangi oleh persoalan asmara, di mana keduanya diketahui memiliki hubungan di luar pernikahan.
Pihak keluarga korban telah menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah. Melalui perwakilan keluarga, yakni anak korban, I Ketut Limbur, keluarga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah dan menyatakan tidak akan menuntut pihak manapun atas peristiwa tersebut.
Kapolsek Tegallalang, AKP Ketut Win Wirahadi membenarkan kejadian tersebut. "Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah," tutup dia.
Catatan redaksi:
Hidup memang terkadang membuat individu goyah hingga berpikir untuk jalan pintas mengakhiri hidup. Namun percayalah ada jalan keluar yang lebih baik dari kematian.
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecenderungan bunuh diri, silakan menghubungi P3B (Pusat Pelayanan Pencegahan Bunuh Diri) Keluarga Compassion Tel: 082335555644, XL: 081999162555, IND: 08587536536
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5908 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan