Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 22 Agustus 2026
Gusti Ayu Made Mirah Wakil Bali Jadi Restoration Steward Laut 2026
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Gusti Ayu Made Mirah Rismayanti, perempuan muda asal Bali, terpilih sebagai Restoration Steward Laut 2026.
Ia menjadi salah satu dari lima pemimpin muda dunia yang terpilih dalam angkatan keenam program Restoration Stewards yang digagas Global Landscapes Forum (GLF), sebuah platform global berbasis di Jerman yang berfokus pada isu penggunaan lahan dan ekosistem berkelanjutan.
Program Restoration Steward dijalankan oleh GLF bersama Youth in Landscapes Initiative (YIL) dan setiap tahun mendukung para inovator berusia 18 hingga 35 tahun yang aktif memimpin pemulihan bentang alam di wilayahnya masing-masing. Pada 2026, program ini akan memperluas inisiatif para steward melalui pendampingan mentor, penguatan jejaring lokal dan internasional, serta dukungan pendanaan sebesar EUR 5.000 untuk masing-masing peserta.
Selain Ayu, GLF juga memilih Breno Amajunepá dari Brasil sebagai Restoration Steward Lahan Kering, Lizet Mejía dari Peru sebagai Restoration Steward Hutan, Ndumbe Knollis Mokake dari Kamerun sebagai Restoration Steward Gunung, serta Syliah Kagiiga dari Uganda sebagai Restoration Steward Lahan Basah.
Kelima steward tersebut saat ini memimpin proyek pemulihan ekosistem berbasis komunitas di wilayah masing-masing, mulai dari laut dan padang lamun di Indonesia, kawasan kering di Brasil, pegunungan di Kamerun, hutan di Peru, hingga rawa-rawa di Uganda. Proses seleksi dilakukan dari total 1.250 pelamar yang berasal dari berbagai negara di dunia.
Baca juga:
Edukasi Konservasi Terumbu Karang di Bali
Koordinator Program Youth di Global Landscapes Forum, Eirini Sakellari, menyampaikan bahwa para Restoration Stewards 2026 mencerminkan kekuatan generasi muda yang bergerak bersama komunitasnya dalam menjaga dan memulihkan bentang alam sebagai bagian dari jejaring global. Ia menekankan bahwa program ini berangkat dari keyakinan bahwa pemuda di seluruh dunia telah mendorong batas-batas baru dalam kepemimpinan komunitas dan pemulihan ekosistem.
"Tugas kami adalah mencocokkan keberanian dan kreativitas mereka dengan sumber daya, kepercayaan, dan perhatian,” kata Eirini dalam keterangan tertulis.
Ayu merupakan lulusan ilmu kelautan yang aktif bekerja di bidang konservasi dan pemulihan ekosistem pesisir dan laut, khususnya di kawasan Pantai Mertasari, Bali. Ia berperan sebagai koordinator pemetaan laut di Yayasan Bendega Alam Lestari, dengan fokus pada pemulihan padang lamun berbasis data ilmiah.
Dalam pekerjaannya, Ayu mengombinasikan pemetaan pesisir, riset karbon biru, serta pendekatan berbasis sains dengan keterlibatan masyarakat. Nelayan lokal, relawan, dan kelompok pesisir dilibatkan secara aktif dalam upaya pemulihan, termasuk penanaman kembali spesies lamun laut asli beserta substrat alaminya di wilayah yang mengalami degradasi.
Pendekatan berbasis ilmu pengetahuan ini dinilai mampu meningkatkan peluang keberhasilan restorasi serta menjaga kelangsungan hidup padang lamun sebagai bagian penting dari ekosistem laut Bali.
Dalam keterangan tertulis yang sama, Ayu menegaskan bahwa menjaga laut berarti menjaga keseimbangan kehidupan. "Melalui Nyawiang Segara, kami berjalan bersama masyarakat pesisir agar alam tetap terjaga, penghidupan terus bergerak, dan kebersamaan tumbuh secara berkelanjutan,” kata dia. (sumber: Tempo.co)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4611 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2415 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2068 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1671 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1111 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun