Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Gusti Ayu Made Mirah Wakil Bali Jadi Restoration Steward Laut 2026

Senin, 2 Februari 2026, 09:23 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok GLF/Gusti Ayu Made Mirah Wakil Bali Jadi Restoration Steward Laut 2026.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Gusti Ayu Made Mirah Rismayanti, perempuan muda asal Bali, terpilih sebagai Restoration Steward Laut 2026. 

Ia menjadi salah satu dari lima pemimpin muda dunia yang terpilih dalam angkatan keenam program Restoration Stewards yang digagas Global Landscapes Forum (GLF), sebuah platform global berbasis di Jerman yang berfokus pada isu penggunaan lahan dan ekosistem berkelanjutan.

Program Restoration Steward dijalankan oleh GLF bersama Youth in Landscapes Initiative (YIL) dan setiap tahun mendukung para inovator berusia 18 hingga 35 tahun yang aktif memimpin pemulihan bentang alam di wilayahnya masing-masing. Pada 2026, program ini akan memperluas inisiatif para steward melalui pendampingan mentor, penguatan jejaring lokal dan internasional, serta dukungan pendanaan sebesar EUR 5.000 untuk masing-masing peserta.

Selain Ayu, GLF juga memilih Breno Amajunepá dari Brasil sebagai Restoration Steward Lahan Kering, Lizet Mejía dari Peru sebagai Restoration Steward Hutan, Ndumbe Knollis Mokake dari Kamerun sebagai Restoration Steward Gunung, serta Syliah Kagiiga dari Uganda sebagai Restoration Steward Lahan Basah.

Kelima steward tersebut saat ini memimpin proyek pemulihan ekosistem berbasis komunitas di wilayah masing-masing, mulai dari laut dan padang lamun di Indonesia, kawasan kering di Brasil, pegunungan di Kamerun, hutan di Peru, hingga rawa-rawa di Uganda. Proses seleksi dilakukan dari total 1.250 pelamar yang berasal dari berbagai negara di dunia.

Koordinator Program Youth di Global Landscapes Forum, Eirini Sakellari, menyampaikan bahwa para Restoration Stewards 2026 mencerminkan kekuatan generasi muda yang bergerak bersama komunitasnya dalam menjaga dan memulihkan bentang alam sebagai bagian dari jejaring global. Ia menekankan bahwa program ini berangkat dari keyakinan bahwa pemuda di seluruh dunia telah mendorong batas-batas baru dalam kepemimpinan komunitas dan pemulihan ekosistem.

"Tugas kami adalah mencocokkan keberanian dan kreativitas mereka dengan sumber daya, kepercayaan, dan perhatian,” kata Eirini dalam keterangan tertulis.

Ayu merupakan lulusan ilmu kelautan yang aktif bekerja di bidang konservasi dan pemulihan ekosistem pesisir dan laut, khususnya di kawasan Pantai Mertasari, Bali. Ia berperan sebagai koordinator pemetaan laut di Yayasan Bendega Alam Lestari, dengan fokus pada pemulihan padang lamun berbasis data ilmiah.

Dalam pekerjaannya, Ayu mengombinasikan pemetaan pesisir, riset karbon biru, serta pendekatan berbasis sains dengan keterlibatan masyarakat. Nelayan lokal, relawan, dan kelompok pesisir dilibatkan secara aktif dalam upaya pemulihan, termasuk penanaman kembali spesies lamun laut asli beserta substrat alaminya di wilayah yang mengalami degradasi.

Pendekatan berbasis ilmu pengetahuan ini dinilai mampu meningkatkan peluang keberhasilan restorasi serta menjaga kelangsungan hidup padang lamun sebagai bagian penting dari ekosistem laut Bali.

Dalam keterangan tertulis yang sama, Ayu menegaskan bahwa menjaga laut berarti menjaga keseimbangan kehidupan. "Melalui Nyawiang Segara, kami berjalan bersama masyarakat pesisir agar alam tetap terjaga, penghidupan terus bergerak, dan kebersamaan tumbuh secara berkelanjutan,” kata dia. (sumber: Tempo.co)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami