Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 12 Mei 2026
Ratusan Orang Masuk ke Hindu di Buleleng Meningkat, PHDI Fokus Pembinaan Dharmika
BERITABALI.COM, BULELENG.
I Gde Made Metera kembali dipercaya memimpin Parisada Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Buleleng periode 2026–2031. Ia terpilih dalam Loka Sabha IX yang digelar di Universitas Panji Sakti, Singaraja, Kamis (26/2).
Dalam kepengurusan kali ini, Metera didampingi I Nyoman Suardika sebagai sekretaris dan I Made Lestariana sebagai bendahara.
Ditemui usai pelantikan, Metera menyampaikan komitmennya melanjutkan program sebelumnya sekaligus memperkuat dua fokus utama, yakni pembinaan umat baru yang menjalani prosesi Sudhi Wadani (Dharmika) serta pembinaan generasi muda Hindu di Buleleng.
Baca juga:
Usai Sudhi Wadani, Ini Nama Bali Sukmawati
Ia mengungkapkan, dalam beberapa tahun terakhir jumlah umat yang mengikuti prosesi sudhi wadani di Buleleng mengalami peningkatan signifikan. Pada tahun 2025, tercatat lebih dari 400 orang resmi memeluk agama Hindu melalui prosesi tersebut. Namun demikian, banyak di antara mereka masih memerlukan pendalaman ajaran agama secara berkelanjutan.
“Setelah resmi menjadi umat Hindu, masih banyak yang belum memahami ajaran dasar seperti tattwa, susila, hingga tata cara upacara. Ini yang akan kami perkuat melalui pembinaan berkelanjutan,” jelasnya.
Pembinaan tersebut akan difokuskan pada pemahaman ajaran Hindu sekaligus pelatihan praktik keagamaan, agar umat mampu menjalankan kewajiban secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari.
Selain pembinaan dharmika, Metera menegaskan pihaknya juga memberi perhatian serius terhadap generasi muda. Ia menyoroti masih ditemukannya kasus pernikahan usia dini yang kerap dipicu pergaulan bebas hingga kehamilan di luar nikah.
Menurutnya, meskipun regulasi berada di ranah pemerintah, PHDI memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi moral serta pemahaman agama kepada generasi muda Hindu.
Ke depan, PHDI Buleleng akan memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, Kementerian Agama, serta tokoh lintas agama. Salah satu program yang menjadi perhatian adalah pembinaan pranikah, sebagai langkah pencegahan pernikahan dini sekaligus upaya menekan risiko masalah kesehatan seperti stunting.
Baca juga:
Dua Bule Belanda Masuk Hindu
Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali, I Nyoman Kenak, mengingatkan agar pengurus PHDI Buleleng yang baru tidak hanya aktif di balik meja, tetapi juga turun langsung ke masyarakat.
“Pengurus harus hadir di tengah umat, memberikan pembinaan, dan menjadi penyejuk. Jangan mudah terpengaruh isu yang bisa memecah belah,” tegasnya.
Hal senada disampaikan I Nyoman Sutjidra, yang menilai Loka Sabha PHDI sebagai momentum penting untuk memperkuat pembinaan umat Hindu di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi.
Ia menekankan, meningkatnya jumlah umat Hindu baru harus diimbangi dengan pembinaan yang maksimal agar pemahaman ajaran agama semakin kuat dan berkelanjutan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1103 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 872 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 693 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 644 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik