Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 16 Agustus 2026
Ratusan Orang Masuk ke Hindu di Buleleng Meningkat, PHDI Fokus Pembinaan Dharmika
BERITABALI.COM, BULELENG.
I Gde Made Metera kembali dipercaya memimpin Parisada Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Buleleng periode 2026–2031. Ia terpilih dalam Loka Sabha IX yang digelar di Universitas Panji Sakti, Singaraja, Kamis (26/2).
Dalam kepengurusan kali ini, Metera didampingi I Nyoman Suardika sebagai sekretaris dan I Made Lestariana sebagai bendahara.
Ditemui usai pelantikan, Metera menyampaikan komitmennya melanjutkan program sebelumnya sekaligus memperkuat dua fokus utama, yakni pembinaan umat baru yang menjalani prosesi Sudhi Wadani (Dharmika) serta pembinaan generasi muda Hindu di Buleleng.
Baca juga:
Usai Sudhi Wadani, Ini Nama Bali Sukmawati
Ia mengungkapkan, dalam beberapa tahun terakhir jumlah umat yang mengikuti prosesi sudhi wadani di Buleleng mengalami peningkatan signifikan. Pada tahun 2025, tercatat lebih dari 400 orang resmi memeluk agama Hindu melalui prosesi tersebut. Namun demikian, banyak di antara mereka masih memerlukan pendalaman ajaran agama secara berkelanjutan.
“Setelah resmi menjadi umat Hindu, masih banyak yang belum memahami ajaran dasar seperti tattwa, susila, hingga tata cara upacara. Ini yang akan kami perkuat melalui pembinaan berkelanjutan,” jelasnya.
Pembinaan tersebut akan difokuskan pada pemahaman ajaran Hindu sekaligus pelatihan praktik keagamaan, agar umat mampu menjalankan kewajiban secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari.
Selain pembinaan dharmika, Metera menegaskan pihaknya juga memberi perhatian serius terhadap generasi muda. Ia menyoroti masih ditemukannya kasus pernikahan usia dini yang kerap dipicu pergaulan bebas hingga kehamilan di luar nikah.
Menurutnya, meskipun regulasi berada di ranah pemerintah, PHDI memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi moral serta pemahaman agama kepada generasi muda Hindu.
Ke depan, PHDI Buleleng akan memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, Kementerian Agama, serta tokoh lintas agama. Salah satu program yang menjadi perhatian adalah pembinaan pranikah, sebagai langkah pencegahan pernikahan dini sekaligus upaya menekan risiko masalah kesehatan seperti stunting.
Baca juga:
Dua Bule Belanda Masuk Hindu
Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali, I Nyoman Kenak, mengingatkan agar pengurus PHDI Buleleng yang baru tidak hanya aktif di balik meja, tetapi juga turun langsung ke masyarakat.
“Pengurus harus hadir di tengah umat, memberikan pembinaan, dan menjadi penyejuk. Jangan mudah terpengaruh isu yang bisa memecah belah,” tegasnya.
Hal senada disampaikan I Nyoman Sutjidra, yang menilai Loka Sabha PHDI sebagai momentum penting untuk memperkuat pembinaan umat Hindu di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi.
Ia menekankan, meningkatnya jumlah umat Hindu baru harus diimbangi dengan pembinaan yang maksimal agar pemahaman ajaran agama semakin kuat dan berkelanjutan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4545 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2353 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2006 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1611 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1051 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun