Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID: —


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pelabuhan Ketapang Ditutup, Gilimanuk Macet 10 Kilometer

Minggu, 27 September 2026, 20:29 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Pelabuhan Ketapang Ditutup, Gilimanuk Macet 10 Kilometer.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Penutupan akses masuk Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, akibat aksi unjuk rasa pengemudi angkutan barang memicu kemacetan panjang di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali.

Arus kendaraan di jalur penyeberangan Gilimanuk mengalami kepadatan sejak Sabtu (26/9/2026) malam hingga Minggu (27/9/2026). Ribuan kendaraan tertahan berjam-jam karena menunggu kepastian operasional penyeberangan di seberang Selat Bali.

Kemacetan bahkan sempat mengular hingga sekitar 10 kilometer pada Sabtu malam. Antrean kendaraan dari Pelabuhan Gilimanuk memanjang hingga kawasan hutan Mbah Temon, Banjar Klatakan, Desa/Kecamatan Melaya.

"Semalam ekor antrean dari Pelabuhan Gilimanuk hingga ke kawasan hutan Mbah Temon di Banjar Klatakan, Desa/Kecamatan Melaya," ungkap salah seorang petugas di lapangan, Minggu (27/9/2026).

Panjangnya antrean kendaraan menuju dermaga juga berdampak terhadap aktivitas masyarakat di Kelurahan Gilimanuk. Sejumlah kendaraan bertonase besar memilih masuk ke jalan lingkungan warga untuk menghindari kepadatan di jalur utama.

Kondisi tersebut mengganggu mobilitas masyarakat, terutama ketika warga hendak melintas menuju fasilitas umum dan tempat ibadah.

Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikusuma, mengatakan warga menyampaikan protes karena lingkungan permukiman mendadak dipenuhi kendaraan berat. Kondisi tersebut juga terjadi ketika tidak ada petugas yang berjaga untuk mengarahkan kendaraan ke rute yang semestinya.

"Sebelumnya kami adakan rapat koordinasi dengan kepolisian dan ASDP. Tapi ya tetap terjadi fenomena antre," kata Tony.

Menurut Tony, warga juga mengalami kesulitan ketika hendak menyeberang jalan karena terhalang badan truk yang memenuhi ruas jalan.

"Kalau depan pura dalem petugasnya ada. Seperti itu keluhan dan pengaduan dari warga. Apalagi sekarang banyak warga yang punya hajatan. Hampir setiap hari, deretan kendaraan mengular panjang lantaran seluruh kantong parkir di dalam kawasan pelabuhan penuh sesak. Imbasnya, antrean meluber hingga ke badan Jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk, bahkan mengular masuk ke gang-gang permukiman warga," imbuh Tony.

Hingga Minggu siang, antrean kendaraan dari arah Denpasar masih terpantau mengular mulai dari gerbang Pelabuhan Gilimanuk hingga kawasan Monumen Lintas Laut Gilimanuk.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk AKP Gusti Kade Alit Mudiarsa memastikan situasi keamanan di sekitar kawasan penyeberangan tetap terkendali meski volume kendaraan mengalami peningkatan signifikan.

“Situasi secara umum aman dan kondusif. Kondisi ini berkaitan dengan adanya penutupan akses masuk Pelabuhan Ketapang pascaaksi protes sopir truk,” terang Alit Mudiarsa.

Untuk mengurai kepadatan, Polres Jembrana menurunkan personel gabungan Satlantas dan Satuan Samapta di sejumlah titik krusial. Petugas juga mengatur arus kendaraan dan mengimbau pengendara tetap disiplin mengikuti lajur antrean.

Pengendara diminta mengikuti arahan petugas di lapangan untuk mencegah antrean kendaraan semakin meluas dan menghindari terjadinya kebuntuan lalu lintas di kawasan Pelabuhan Gilimanuk dan jalan lingkungan sekitarnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/jbr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami