Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID: —


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




ASDP Kerahkan 25 Kapal Atasi Macet di Gilimanuk

Minggu, 27 September 2026, 20:39 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/ASDP Kerahkan 25 Kapal Atasi Macet di Gilimanuk.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Arus lalu lintas penyeberangan Jawa–Bali kembali mengalami kepadatan setelah aksi mogok sopir truk di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, pada Sabtu (26/9/2026).

Dampaknya, antrean kendaraan di sisi Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, mengular hingga 3 kilometer. Pada Minggu (27/9/2026) sore, ekor antrean kendaraan terpantau mencapai kawasan Pertigaan Cekik.

Kepadatan lebih panjang terjadi di sisi Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Antrean kendaraan dilaporkan mencapai 12 kilometer.

Kondisi di kedua pelabuhan tersebut terjadi setelah frekuensi perjalanan kapal mengalami penurunan saat aksi penyampaian aspirasi sopir truk berlangsung di pintu keluar Dermaga LCM Ketapang pada akhir pekan.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama otoritas pelabuhan kemudian melakukan normalisasi layanan untuk mengurai kepadatan kendaraan logistik maupun penumpang yang hendak melintas Jawa–Bali.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan percepatan pemulihan operasional menjadi fokus setelah dilakukan mediasi dengan perwakilan pengemudi truk. Namun, percepatan tersebut tetap mempertimbangkan keselamatan pelayaran.

"Fokus kami adalah mempercepat normalisasi operasional dan mengurai antrean secara bertahap. Kapasitas kapal yang tersedia terus kami optimalkan, termasuk percepatan siklus pelayanan serta pengaturan muatan sesuai karakteristik kapal," terang Heru Widodo.

Untuk mempercepat penguraian antrean, ASDP menerapkan pembagian beban kendaraan berdasarkan berat muatan. Kendaraan logistik dengan muatan di atas 30 ton diarahkan khusus menggunakan kapal yang beroperasi melalui Dermaga LCM.

Sementara kendaraan dengan bobot muatan di bawah 30 ton diarahkan menuju kapal yang bersandar di Dermaga Movable Bridge (MB) 1, 2, 3, dan 4.

Penerapan zonasi muatan tersebut dilakukan untuk menghindari penumpukan kendaraan berat pada satu titik dermaga sekaligus mempercepat waktu pelayanan dan keberangkatan kapal.

General Manager ASDP Cabang Ketapang Media Syahrianto mengatakan sebanyak 25 unit kapal dikerahkan untuk melayani penyeberangan Ketapang–Gilimanuk pada Minggu (27/9/2026).

ASDP juga mempercepat siklus operasional kapal, mulai dari proses bongkar muat, sandar hingga keberangkatan. Pengaturan tersebut dilakukan melalui koordinasi lintas instansi, antara lain KSOP Tanjung Wangi, BPTD, KP3, GAPASDAP, hingga INFA.

"Kuncinya adalah memastikan kapasitas kapal terpakai optimal dan proses bongkar muat dipercepat. Kami memahami kepadatan ini sangat berdampak bagi angkutan logistik. Kami mengimbau seluruh pengguna jasa untuk tetap tertib mengikuti arahan petugas di lapangan agar proses penguraian antrean berjalan lancar," jelas Media.

Hingga Minggu petang, pemantauan dan evaluasi pola operasional gabungan masih dilakukan di Pelabuhan Gilimanuk dan Pelabuhan Ketapang untuk mengurai antrean kendaraan serta mempercepat pemulihan arus logistik dan mobilitas masyarakat Jawa–Bali.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/jbr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami