Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 30 September 2026
Soal Musik Keras, Pengelola Besakih Klarifikasi Pria di Video Bukan Wisatawan
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Pura Agung Besakih memberikan klarifikasi terkait video seorang pria yang ditegur petugas setelah menyalakan musik dengan suara keras di kawasan fasilitas Manik Mas, Pura Agung Besakih, Kabupaten Karangasem.
Video tersebut sebelumnya beredar di media sosial dan memunculkan beragam tanggapan masyarakat. Dalam rekaman, terlihat seorang pria terlibat percakapan dengan petugas terkait larangan menyalakan musik dengan suara keras di kawasan tersebut.
Melalui akun Facebook Pengelola Besakih, pihak pengelola menegaskan pria yang terekam dalam video tersebut bukan pengunjung maupun wisatawan.
“Perlu kami tegaskan bahwa pria dalam video tersebut bukan pengunjung maupun wisatawan, melainkan oknum warga lokal,” tulis pihak pengelola dalam klarifikasinya di media sosial melalui akun fb : Pengelola Besakih, Rabu (30/9/2026).
Wartawan sempat menghubungi Kepala Badan Pengelola Kawasan Suci Pura Agung Besakih, I Gusti Lanang Muliarta, namun sejauh ini belum mendapatkan jawaban. Klarifikasi terkait video tersebut justru disampaikan melalui media sosial pengelola.
Dalam klarifikasinya, pengelola menjelaskan teguran petugas diberikan sebagai bagian dari pelaksanaan standar operasional prosedur (SOP) untuk menjaga ketenangan, ketertiban, serta kesucian Kawasan Suci Pura Agung Besakih.
Pengelola juga menyebut pria tersebut telah diberikan pemahaman mengenai tata tertib yang berlaku di kawasan suci.
Sementara itu, Pangliman Desa Adat Besakih, I Gusti Bagus Karyawan, menyayangkan kejadian tersebut. Menurutnya, siapa pun yang beraktivitas di kawasan suci Besakih tetap berkewajiban menjaga kenyamanan bersama.
“Saya selaku prajuru Desa Adat Besakih sangat menyayangkan sampai ada kejadian seperti itu. Kita tidak melihat siapa orangnya, dari mana, atau keluarga siapa. Kalau sudah mengganggu kenyamanan pengunjung, wajib ditindak,” kata Karyawan.
Menurut Karyawan, kawasan Besakih tidak hanya menjadi tujuan wisatawan, tetapi juga tempat pemedek datang untuk melaksanakan persembahyangan. Karena itu, ketenangan dan kekhusyukan perlu menjadi perhatian bersama.
“Besakih ini kawasan suci. Sebisa mungkin dan wajib hukumnya memberikan kenyamanan bagi semua pengunjung, terutama yang datang untuk melakukan persembahyangan. Wisatawan juga harus mendapatkan kenyamanan,” ujarnya.
Karyawan mengatakan dirinya juga beberapa kali mengingatkan orang yang menyalakan musik dengan suara keras di kawasan Besakih.
“Saya pasti ingatkan. Jangan hidupkan musik keras-keras, mohon dikecilkan. Apalagi di jalan sambil bersliweran naik motor, membunyikan musik keras-keras dan teriak-teriak,” ungkapnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8585 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5932 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3733 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2558 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar