Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID: —


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Kemarau, Warga Bonyoh Bangli Krisis Air Bersih

Rabu, 30 September 2026, 19:19 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Kemarau, Warga Bonyoh Bangli Krisis Air Bersih.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BANGLI.

Krisis air bersih kembali dirasakan warga Desa Bonyoh, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, setiap musim kemarau. Warga terpaksa membawa jeriken dan ember untuk mendapatkan pasokan air bersih yang disalurkan jajaran TNI.

Sebanyak 20 ribu liter air bersih disalurkan Kodim 1626/Bangli bersama Korem 163/Wirasatya untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat Desa Bonyoh.

Air bersih tersebut diangkut menggunakan empat armada truk tangki. Sebagian air langsung dibagikan kepada warga, sementara sebagian lainnya ditampung di bak penampungan umum desa.

Krisis air bersih di Desa Bonyoh bukan persoalan baru. Dari tahun ke tahun, wilayah tersebut mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, terutama ketika musim kemarau tiba.

Setiap kemarau, warga harus membeli air bersih atau mengandalkan bantuan dari pemerintah maupun pihak terkait untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga

Kepala Desa Bonyoh I Ketut Indrawan mengatakan, krisis air yang berulang setiap musim kemarau tidak hanya menyulitkan warga, tetapi juga menambah beban ekonomi masyarakat.

"Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, warga harus mengeluarkan sekitar Rp400 ribu hingga Rp500 ribu setiap bulan untuk membeli air menggunakan truk tangki," katanya, Rabu (30/09/2026).

Beban tersebut semakin berat bagi masyarakat yang bekerja sebagai petani. Kebutuhan air untuk mengairi lahan membuat biaya yang harus dikeluarkan jauh lebih besar.

Seorang petani dapat membutuhkan hingga tujuh truk air atau sekitar 35 ribu liter air setiap bulan. Dengan harga sekitar Rp230 ribu per truk, biaya yang harus dikeluarkan untuk kebutuhan air pertanian dapat menembus lebih dari Rp1,4 juta per bulan.

Kondisi tersebut membuat Pemerintah Desa Bonyoh berharap adanya solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan air bersih. Salah satu yang diharapkan adalah bantuan pembangunan sumur bor di wilayah desa.

Pembangunan sumur bor dinilai dapat menjadi alternatif untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pembelian air tangki maupun bantuan air bersih setiap musim kemarau.

Sementara itu, Kasdim 1626/Bangli Mayor Inf I Dewa Gede Yudawan mengatakan penyaluran air bersih merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat yang menghadapi persoalan kebutuhan air.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya TNI membantu langsung masyarakat serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan masyarakat.

"Bantuan 20 ribu liter air bersih diharapkan dapat meringankan beban warga Desa Bonyoh yang kembali menghadapi krisis air bersih pada musim kemarau," pungkasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami