Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 4 Oktober 2026
Dua Pemuda Belanda Ikuti Metatah Massal PHDI Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dua warga negara (WN) Belanda mengikuti upacara Metatah Massal yang digelar Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar di Pura Agung Lokanatha, Sabtu (3/10/2026). Keduanya menjadi bagian dari 157 peserta yang mengikuti rangkaian upacara Manusa Yadnya tersebut.
Kehadiran dua warga negara asing (WNA) itu menarik perhatian di tengah pelaksanaan upacara yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Keduanya merupakan laki-laki yang hadir bersama ibu mereka dan diketahui telah menetap di kawasan Sanur, Denpasar.
Salah seorang pengantar yang mendampingi keduanya mengatakan, sebelum mengikuti prosesi metatah, kedua WN Belanda tersebut telah menjalani Upacara Sudhi Wadani.
Sudhi Wadani merupakan ritual pengesahan atau pernyataan kesungguhan seseorang yang sebelumnya memeluk agama lain untuk memeluk agama Hindu secara tulus dan tanpa paksaan.
Setelah menjalani prosesi tersebut, keduanya mengikuti rangkaian Metatah Massal bersama masyarakat lainnya. Mereka tampak berbaur dengan peserta dan mengikuti prosesi keagamaan dengan khidmat.
Keikutsertaan dua WNA dalam upacara metatah massal menjadi pemandangan yang relatif jarang ditemui. Hal ini sekaligus memperlihatkan bagaimana tradisi dan ritual keagamaan Hindu di Bali menjadi bagian dari perjalanan spiritual seseorang yang memilih memeluk agama Hindu.
Wali Kota Denpasar Turut Ngayah sebagai Sangging
Pelaksanaan Metatah Massal PHDI Kota Denpasar juga dihadiri Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, yang turut ngayah sebagai sangging dalam prosesi metatah.
Anggota DPD RI Dapil Bali, IB Rai Dharmawijaya Mantra, juga hadir dan ngayah sebagai sangging dalam kegiatan tersebut.
Selain diikuti 157 peserta metatah, rangkaian kegiatan keagamaan ini juga mencakup upacara Menek Kelih yang diikuti 107 peserta serta Mewinten Saraswati dengan 35 peserta.
Jaya Negara mengatakan keterlibatannya sebagai sangging merupakan bagian dari ngayah sekaligus wujud kebersamaan pemerintah dengan masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kebersamaan dan gotong royong dalam meringankan beban masyarakat dalam melaksanakan yadnya. Semoga seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian upacara dengan lancar dan mendapatkan kerahayuan,” ujar Jaya Negara.
Menurutnya, pelaksanaan Metatah Massal memiliki makna penting dalam menjaga tradisi dan nilai-nilai agama Hindu, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat.
Pemerintah Kota Denpasar, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan keagamaan, adat dan budaya sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Bali.
Sementara itu, Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka, menyampaikan apresiasi atas partisipasi Wali Kota Denpasar yang turut menjadi sangging dalam pelaksanaan Metatah Massal.
Ia berharap keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut dapat semakin memperkuat semangat kebersamaan sekaligus meningkatkan pelayanan keagamaan kepada masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, PHDI Kota Denpasar berharap seluruh rangkaian upacara, mulai dari metatah, Menek Kelih hingga Mewinten Saraswati, dapat berlangsung dengan khidmat dan lancar.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1157 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 497 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 465 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 463 Kali
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 408 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung