Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID: —


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Karangasem Minta BNPB Tambah Sumur Bor hingga Mobil Rescue

Senin, 5 Oktober 2026, 15:33 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok Humas Pemkab Karangasem/Karangasem Minta BNPB Tambah Sumur Bor hingga Mobil Rescue.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KARANGASEM.

Pemerintah Kabupaten Karangasem meminta dukungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memperkuat pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana, mulai dari kekeringan, kebakaran lahan hingga banjir.

Permintaan tersebut disampaikan Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata, S.E., saat menerima kunjungan Deputi Bidang Pencegahan BNPB Dr. Abdul Muhari, S.Si., M.T., didampingi Direktur BNPB Pangarso, di Ruang Rapat Kantor Bupati Karangasem, Senin (5/10/2026).

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari koordinasi Pemkab Karangasem dengan BNPB untuk memperkuat kapasitas daerah dalam menghadapi potensi bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Karangasem.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah kekeringan dan keterbatasan sumber air. Pemkab Karangasem mengusulkan dukungan pembangunan beberapa titik sumur bor, pengembangan jaringan pipanisasi, serta sarana dan prasarana lainnya untuk memperkuat ketersediaan air bagi masyarakat di daerah rawan kekeringan.

Selain persoalan air, Bupati Karangasem juga mengusulkan penambahan armada mobil tangki dan mobil rescue BNPB. Ketersediaan armada dinilai penting untuk mempercepat respons saat terjadi bencana, terutama kebakaran lahan di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi.

Pemkab Karangasem juga mendorong peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan dan penyuluhan dalam program Desa Tangguh Bencana (Destana), khususnya di desa-desa yang rawan kebakaran.

Menurut Bupati, masyarakat di tingkat desa perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengambil langkah awal ketika terjadi potensi bencana sebelum berkembang menjadi kejadian yang lebih besar.

“Pencegahan harus kita perkuat dari tingkat desa. Masyarakat perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi potensi bencana, khususnya kebakaran dan kekeringan,” ujar Bupati Gus Par.

Persoalan banjir yang berulang dan berlangsung cukup lama di sejumlah wilayah Karangasem juga menjadi perhatian. Pemkab meminta dukungan BNPB, termasuk dalam penyediaan dan pengelolaan pompa air untuk membantu menangani genangan sekaligus mempercepat pengendalian banjir.

Bupati berharap koordinasi dengan BNPB dapat menghasilkan dukungan konkret terhadap kebutuhan daerah. Sinergi pemerintah pusat dan daerah dinilai penting untuk membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih terpadu.

Karakteristik wilayah Karangasem dengan potensi bencana yang beragam membuat kebutuhan terhadap sarana, kesiapan masyarakat dan penanganan terintegrasi menjadi semakin penting.

“Karangasem memiliki karakteristik wilayah dan potensi bencana yang beragam. Karena itu, kami membutuhkan sinergi dan dukungan pemerintah pusat agar upaya pencegahan, kesiapsiagaan hingga penanganan bencana dapat dilakukan secara lebih optimal,” katanya.

Kunjungan Deputi Bidang Pencegahan BNPB tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan pemetaan kebutuhan penanggulangan bencana di Kabupaten Karangasem.

Pemkab Karangasem berkomitmen memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan bencana melalui peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan sarana dan prasarana, pengembangan Desa Tangguh Bencana, serta kolaborasi lintas sektor.

Turut mendampingi Bupati Karangasem, Asisten I/Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Ida Ketut Arimbawa dan Kepala BPBD Kabupaten Karangasem I Made Aditya Sugiharta.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: Humas Karangasem



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami