Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID: —


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Viral Pungutan Jatiluwih, Manajer Minta Maaf dan Evaluasi

Sabtu, 31 Oktober 2026, 23:03 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Viral Pungutan Jatiluwih, Manajer Minta Maaf dan Evaluasi.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Manajer Operasional Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, I Ketut Purna, menyampaikan permohonan maaf atas keluhan pengunjung yang mengaku tetap diperiksa dan diminta membayar tiket meski hanya melintas di kawasan Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan.

Keluhan tersebut sempat viral di media sosial. Menanggapi kejadian itu, Purna menegaskan bahwa masyarakat yang hanya melintas di kawasan Jatiluwih tidak dikenakan retribusi.

"Saya selaku manajer daya tarik wisata Jatiluwih menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya pengguna jalan yang melintas di kawasan objek wisata Jatiluwih, khususnya masyarakat Bali yang merasa tidak nyaman datang ke Jatiluwih," ucapnya, Sabtu (31/10/2026) di Jatiluwih, Tabanan.

\Purna menjelaskan, sesuai prosedur yang berlaku sejak 2014, petugas akan menanyakan tujuan kedatangan setiap pengunjung. Retribusi dikenakan bagi mereka yang datang untuk berwisata, sedangkan masyarakat yang hanya melintas tidak diminta membayar.

"Sesuai aturan dan prosedur berlaku, setiap pengunjung atau masyarakat datang ke Jatiluwih sejak 2014, kita akan pertanyakan maksud dan tujuan masyarakat atau pengunjung datang ke Jatiluwih. Saya tegaskan di sini, bahwa masyarakat Bali datang ke Jatiluwih yang hanya sifatnya melintas, kami yakinkan 100% kami tidak meminta pembayaran retribusi," paparnya.

Namun, apabila pengunjung menyatakan hanya melintas tetapi kemudian berhenti dan menikmati kawasan objek wisata, petugas akan meminta pembayaran retribusi.

"Tapi dengan tegas juga saya sampaikan disini bahwa, seandainya pengunjung yang menyampaikan di pos tiket hanya melintas dan akhirnya berhenti di objek wisata kami, baik itu cuman 15 menit atau 30 menit, petugas tiket kami dengan sopan akan mendatangi masyarakat bersangkutan untuk memintai retribusi tiket yang seharusnya dibayar masuk ke objek wisata kami.Sekali lagi, kalau hanya untuk melintas di Jatiluwih, hanya menggunakan jalur jalan Jatiluwih, sekali lagi kami tidak memungut retribusi apapun bentuknya," imbuhnya.

Purna mengatakan pihak pengelola telah melakukan evaluasi menyeluruh menyusul keluhan yang beredar di media sosial.

"Kita sudah melakukan evaluasi menyeluruh dengan viralnya kejadian-kejadian yang menyampaikan bahwa hanya melintas di Jatiluwih kita dimintain membayar tiket tersebut," cetusnya.

Ia berharap DTW Jatiluwih tetap lestari dan dapat memberikan manfaat bagi Pemerintah Kabupaten Tabanan serta masyarakat setempat dan wilayah penyangga.

"Saya berharap, di tahun-tahun depan, Jatiluwih bisa tetap terjaga serta, Jatiluwih tetap bisa berkontribusi khususnya ke Pemkab Tabanan dan masyarakat yang ada di Jatiluwih dan masyarakat penyangga agar, Jatiluwih ini tetap lestari seperti, tujuan dan maksud leluhur kita yang mewariskan sawah berundak yang luar biasa ini," harap Ketut Purna.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/aga



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami