Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 19 Mei 2026
3 Rumah di Jembrana Hanyut Diterjang Banjir
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Hujan deras yang melanda Kecamatan Pekutatan Kabupaten Jembrana Jumat (15/01/2021) dini hari membuat air sungai Desa Pulukan-Medewi meluap. Akibatnya sejumlah rumah milik warga yang tinggal di pinggiran sungai tersebut hanyut.
Dari pantauan di lokasi, tampak bekas luapan air sungai yang membatasi Desa Pulukan dan Desa Medewi tersebut mengikis tanah sawah juga merobohkan pohon kelapa dan pohon pisang perkebunan milik warga setempat.
Selain itu hewan ternak juga mati. Sejumlah rumah warga juga rusak akibat banjir bandang tersebut. Air juga menggenangi rumah-rumah milik warga. Tim Reaksi Cepat dari BPBD Jembrana langsung terjun ke lokasi guna membantu warga yang rumahnya terdampak banjir.
Selain rumah, air bah juga memutus aliran jaringan listrik dan jaringan internet. Saksi mata Mujayati (55) warga Loloan Desa Medewi Pekutatan Jembrana menuturkan, dirinya baru sadar air bah sudah menggenangi pondasi rumahnya saat dibangunkan oleh anaknya.
Mengetahui ada banjir dirinya berusaha menyelamatkan barang dari rumahnya. "Setelah saya bangun, dan saya lihat air sudah setinggi lutut. Air makin besar dan menghanyutkan rumah saya," kata Mujiyati di lokasi pengungsian.
Hingga saat ini 10 KK lebih masih mengungsi di tenda pengungsian, karena hujan deras masih terjadi pasca banjir bandang yang terjadi di sungai tersebut.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1612 Kali
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1475 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1218 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1062 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah