Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 18 Mei 2026
384 Permohonan Penghargaan Atma Kerti Masuk ke Disdukcapil Karangasem
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Ratusan penghargaan program Atma Kerti telah dicairkan kepada ratusan pemohon atau ahli waris setelah mengurus akte kematian keluarga yang telah minggal dunia di Kabupaten Karangasem.
Sepanjang tahun 2023 hingga 21 Februari lalu, total jumlah permohonan yang telah masuk ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Karangasem sebanyak 384 permohonan dengan jumlah yang sudah terealisasi lebih dari 200 permohonan.
"Cukup antusiasme untuk mengurus akte kematian, apalagi sekarang penghargaanya dinaikkan menjadi Rp.2 juta. Jadi nanti ahli waris harus mengurus akte kematian dahulu untuk anggota keluarga yang telah meninggal paling lambat 3 bulan setelah meninggal dunia," ujar Kadisdukcapil Karangasem, I Made Kusuma Negara, Kamis (23/2/2022).
Menurut Kusuma Negara, proses yang harus dilalui yaitu, setelah akte kematian terbit, selanjutnya ahli waris harus datang megajukan permohonan secara langsung ke Disdukcapil Karangasem.
Setelah permohonan diajukan maka akan diproses ke BPKAD, sekitar 30 hari setelah kematian pengurusan akta jika semua persyaratan sudah sesuai maka penghargaan akan dicairkan langsung secara non tunai langsung ke rekening ahli waris.
"Biasanya 5 hari kerja sudah bisa direalisasikan, tapi kadang lewat 1 sampai 2 hari karena proses di bank," terang Kusuma Negara.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1528 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1149 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 999 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 881 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah