Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




50 Ton Sampah di Badung Masih Tercampur, Pemkab Siapkan Tipiring

Sabtu, 18 April 2026, 07:51 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/50 Ton Sampah di Badung Masih Tercampur, Pemkab Siapkan Tipiring.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Persoalan sampah masih menjadi perhatian serius di Kabupaten Badung. Meski kesadaran masyarakat mulai meningkat, sekitar 40 hingga 50 ton sampah per hari masih tercampur dan dibuang sembarangan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung, Made Rai Warastuti, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut tidak sepenuhnya disebabkan oleh ketidakpedulian masyarakat.

"Sumber sampah yang tidak jelas serta kebiasaan lama yang sulit diubah, membuat pemilahan sampah belum berjalan maksimal," ujarnya, Jumat (17/4/2026) di Mengwi, Badung.

Ia menjelaskan, budaya mencampur sampah organik dan anorganik telah berlangsung bertahun-tahun, sehingga menjadi tantangan tersendiri dalam penerapan sistem pengelolaan sampah berbasis pemilahan.

"Beberapa oknum cenderung memilih cara praktis tanpa memilah, meskipun kondisi di Tempat Pembuangan Sementara atau TPS sudah menuntut sistem pemisahan," katanya.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Badung telah mengambil sejumlah langkah strategis. Salah satunya dengan mendorong pembentukan satuan tugas (satgas) di tingkat desa dan kelurahan untuk meningkatkan pengawasan serta edukasi kepada masyarakat.

Selain itu, DLHK Badung bersama Gakkum LHK dan Satpol PP akan memperketat penegakan hukum terhadap pelanggaran terkait pengelolaan sampah.

"Rencananya, setiap hari Rabu akan digelar sidang tindak pidana ringan bagi masyarakat yang masih kedapatan membuang sampah sembarangan," terangnya.

Langkah ini diharapkan tidak hanya memberikan efek jera, tetapi juga mampu mengubah pola pikir masyarakat dalam mengelola sampah.

"Langkah ini diharapkan tidak hanya memberi efek jera, akan tetapi mampu mengubah pola pikir masyarakat bahwa memilah sampah bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan," harapnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/aga



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami