Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 12 Mei 2026
Abrasi Munduk Asem Kian Parah
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Setidaknya 20 KK di Dusun Munduk Asem, Cupel, Negara setiap hari merasa was-was lantaran sewaktu-waktu rumah mereka bisa tenggelam dihantam abrasi pantai Munduk Asem yang kian mengganas sehingga kian hari jarak rumah mereka dengan bibir pantai kian dekat.
Abrasi yang mulai menggerogoti pantai Munduk Asem sejak 7 tahun silam kian hari kondisinya kian memprihatinkan. Sejatinya, ada 40 KK yang rumahnya terancam abrasi namun separuhnya telah menerima bantuan perumahan dari Menteri Perumahan Rakyat. Sedangkan 20 KK sisanya harus berjuang mempertaruhkan nasibya lantaran rumah mereka makin digerogoti oleh ganasnya ombak yang menghantam.
Pantauan di lokasi, Kamis (21/5), selain rumah 20 KK tersebut terdapat bangunan musholla yang merupakan tempat anak-anak melakukan pengajian dan jalan satu-satunya menghubungkan jalur tersebut, kini hanya tinggal semeter dari bibir pantai. Selain itu, tempat menambatkan perahu yang sehari-harinya digunakan untuk menyambung hidup sudah tenggelam.
Dari penuturan Suhaeni (44), warga setempat, tahun sebelumnya abrasi telah menggerus kuburan dan sejumlah rumah milik warga. “Jika krib yang dibangun pemerintah tidak diperbaiki dan diperpanjang, maka wilayah ini akan tenggelam, biarpun ombaknya belum begitu besar,†tandasnya.
Hal senada juga diungkapkan Marzuki (43). Menurutnya, 20 KK yang masih belum menerima bantuan kini merasa was-was lantaran setiap saat rumah mereka akan terkena dampak abrasi juga.
“Sekarang saja tempat menambatkan kapal sudah hilang. Abrasi yang sudah sedemikian parah ini kok belum juga mendapat perhatian pemerintah, terutama untuk mencegah hanyutnya lahan dari kikisan abrasi,†keluhnya.
Sejatinya, kata Marzuki, warga setempat sangat mengharapkan agar pemerintah segera membuat krib untuk penahan abrasi.“Warga sangat berharap perhatian pemerintah untuk dibuatkan krib yang lokasinya agak ke tengah sehingga bisa memecah ombak untuk mencegah berlanjutnya abrasi ini. Warga disini yang terancam abrasi tidak punya lahan lagi selain selain tempat tinggal mereka ini,†harapnya.
Tahun 2007 lalu, Pemprop Bali telah membuat krib penahan abrasi sepanjang 300 meter namun sekarang bagian barat krib tersebut sudah jebol lantaran tidak kuat menahan hempasan ombak di pantai Munduk Asem ini.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1157 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 905 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 734 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 673 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik