Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 12 Mei 2026
Angin Kencang 30 Knot, Penyeberangan Gilimanuk-Ketapang Sempat Ditutup
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Cuaca ekstrem yang melanda Selat Bali, Senin malam (3/2/2025), menyebabkan penundaan sementara layanan penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk-Ketapang.
Penutupan layanan dimulai pukul 19.25 WITA akibat angin kencang yang mencapai kecepatan 30 knot.
Pengawas Satuan Pelayanan (Wasatpel) Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Pelabuhan Gilimanuk, I Made Ria Fran Dharma Yudha, mengatakan, penundaan ini dilakukan untuk menjaga keselamatan pengguna dan penyedia jasa penyeberangan.
"Diinformasikan untuk Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk saat ini ditunda karena kecepatan angin di tengah laut kurang lebih mencapai 30 knot," jelasnya via WAG.
Selain angin kencang, gelombang tinggi dan jarak pandang yang terbatas turut menjadi alasan dihentikannya aktivitas pelayaran.
"Demi keselamatan penumpang, kami terpaksa menghentikan sementara aktivitas pelayaran," tambahnya.
Namun, kondisi cuaca membaik dengan cepat. Sekitar pukul 20.39 WITA, layanan penyeberangan kembali dibuka setelah angin mereda ke kisaran 7-10 knot.
"Setelah sempat ditunda sekitar 1 jam, pelayanan di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk dibuka kembali karena kondisi angin sudah mulai normal," ungkap I Made Ria Fran Dharma Yudha.
Pihak BPTD Gilimanuk mengimbau kepada seluruh pengguna jasa penyeberangan untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan perjalanan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1103 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 872 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 693 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 644 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik