Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 18 Mei 2026
Bale Pura Puseh Kubu Juntal Roboh, Bendesa Adat: Faktor Alam
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Pascaperistiwa robohnya bangunan Bale Panggungan di Pura Puseh Kubu Juntal yang juga mengakibatkan kerusakan terhadap 7 buah Jempana yang berada di bawahnya, Prajuru Desa Adat Kubu Juntal akan segera melaksanakan upacara.
Seperti diungkapkan Bendesa Adat Kubu Juntal, I Ketut Suardita pada Sabtu, (17/07/2021) bahwa dalam waktu dekat ini berdasarkan hasil rapat prajuru disepakati untuk melaksanakan upacara Ngulap Ambe, Pecaruan, dan Pemrelina.
"Kita akan laksanakan upacara tersebut dalam waktu dekat ini, mengingat bangunan ini sudah diplaspas sehingga harus dilaksanakan upacara Prelina juga. Nah setelah itu baru nanti dilakukan kegiatan gotong royong untuk memilah reruntuhan semoga ada yang masih bisa dipergunakan," ujarnya.
Terkait dengan musibah tersebut, menurut Bendesa semuanya murni karena kehendak alam. Untuk konstruksinya sendiri tidak ada masalah, bangunan yang baru berdiri sekitar 4 tahunan tersebut sangat kokoh bahkan ketika diguncang gempa lombok beberapa waktu lalu tidak ada kerusakan sedikit pun.
Disamping itu, sehari sebelum kejadian, di wilayah Kubu Juntal diketahui memang terjadi peningkatan kecepatan angin, bahkan sebelumnya juga pernah terjadi angin puting beliung di wilayah tersebut, sehingga ia meyakini penyebab Bale Panggungan tersebut roboh murni disebabkan oleh faktor alam.
"Kalo konstruksi tidak ada masalah, yang namanya kehendak alam kita tidak bisa tau, tetapi memang angin luar biasa kencangnya terjadi di wilayah ini sejak sehari sebelum," terang Suardita.
Sementara itu, untuk proses perbaikannya sendiri pihaknya masih akan melakukan rapat dengan pihak Prajuru, Saba dan Kerta Desa beserta Jero Mangku. Kemungkinan perbaikan akan dilakukan secara bertahap sambil mengumpulkan dana punia dan bantuan dari pemerintah.
Karena jika perbaikan dilakukan dengan cara urunan situasinya saat ini masih belum memungkinkan mengingat kondisi perekonomian warga sedang lesu di tengah Pandemi Corona ini.
"Untuk perbaikan masih kita pikirkan, kemungkinan secara berahap menunggu dana punia dan sumbangan perbaikan, untuk urunan rasanya belum bisa apalagi situasi seperti ini kasihan warga, beli beras saja sudah susah," tandasnya.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1535 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1156 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1005 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 884 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah