Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Bayi Dibuang di Sungai, Diduga Hasil Hubungan Gelap

Senin, 21 Juni 2021, 21:55 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NTB.

Warga Dusun Langger Timur, Desa Darmasari Kecamatan Sikur, Lombok Timur (Lotim), dihebohkan dengan penemuan sesosok janin bayi berjenis kelamin perempuan yang sudah meninggal dunia tergeletak di sebuah batu, di sungai Kali Reban Talat, pada Minggu (20/6) sekitar pukul 12.00 WITA.

Sungai yang berbatasan antara Desa Suwangi Kecamatan Sakra dengan Desa Darmasari Kecamatan Sikur itu, seketika itu juga didatangi warga setempat. Janin bayi yang tidak berdosa sengaja dibuang oleh orang tuanya karena diduga hasil hubungan gelap.

Kapolsek Sikur, AKP Ery Armunanto, SH, membenarkan penemuan orok bayi yang dibuang di sungai Kali Reban Talat. 

Menurut Kapolsek Sikur, sebagaimana penuturan Ahmad Andi, salah seorang saksi yang menemukan jasad bayi tersebut, siang itu saksi hendak mengambil air wudhu di sungai tersebut. 

Tiba-tiba pandangan matanya tertuju pada sebuah benda di atas sebuah batu yang dicurigai jasad orok bayi. 
Setelah diamati, orok bayi tersebut sudah dalam kondisi meninggal dunia. 

Seketika itu pula, Ahmad Andi melaporkan ke Kepala Dusun (Kadus) setempat. Polsek Sikur yang mendapat laporan dari Kasus Langger Timur segera menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Untuk memastikan kondisi kematian orok bayi tersebut, kami membawanya ke Puskesmas Sikur untuk dilakukan visum et repertum,” terang Ery Armunanto, Minggu (21/6).

Setelah dilakukan pemeriksaan tim medis oleh dr Farid, didapatkan kesimpulan bahwa korban orok bayi tersebut meninggal sekitar kurang lebih 2 hari yang lalu. Saat ditemukan, jasad bayi berjenis kelamin perempuan dalam keadaan lengkap dan masih menempel tali pusar.

Kapolsek Sikur AKP Ery Armunanto akan menyelidiki kasus tersebut. Dia menduga bayi tersebut sengaja dibuang oleh orang tuanya karena hasil hubungan gelap. 

Selanjutnya kata Ery, bayi malang itu dimakamkan sore itu juga oleh masyarakat Langger Timur. 

Sementara itu teka-teki siapa pelaku pembuangan bayi di sungai Kali Reban Talat, Dusun Langger Timur, Desa Darmasari Kecamatan Sikur, Lombok Timur, Minggu siang (20/6) akhirnya terungkap.

Polisi berhasil mengamankan NS (41 tahun) seorang janda beranak satu asal Suwangi Timur, Sakra pada Senin (21/6) sekitar pukul 07.00 WITA. 

Diduga, NS merupakan ibu dari jasad bayi perempuan yang ditemukan di atas batu di sungai Kali Reban Talat, dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Kapolsek Sikur mengatakan, berdasarkan informasi diketahui terduga pelaku NS dicurigai oleh masyarakat setempat karena ciri-ciri dan tingkah laku pelaku sangat mencurigakan.

“Kami berkoordinasi dengan pihak desa, tingkah lakunya juga cukup mencurigakan,” tutur Ery Armunanto, Senin (21/6).

Saat dilakukan penggeledahan di rumah pelaku, ditemukan adanya bekas bercak darah di kain milik pelaku. 
Diketahui, rumah pelaku dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) hanya berjarak sekitar 200 meter. Sehingga, polisi lebih mudah melakukan pencarian dan barang bukti.

"Atas temuan itu, kami semakin berkeyakinan, bahwa NS ini adalah pelakunya dan kami langsung melakukan pencarian,” katanya.

Adapun saat pencarian pelaku, pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat setempat, bahwa NS tersebut pulang ke rumah ibunya di wilayah Pegondang, Kecamatan Sakra. 

Pihaknya pun langsung menuju ke rumah orang tua pelaku. Akan tetapi kata dia, saat dilakukan penggeledehan yang bersangkutan tidak berada di lokasi.

“Kita dikecoh oleh ibu pelaku, kata ibunya NS lagi berada di rumah pamannya dan ternyata pelaku sudah kabur ke Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia,” ungkapnya.

Setelah itu, pihaknya langsung menuju Dasan Lekong dan berhasil menemukan pelaku sedang makan. Akhirnya pelaku dibawa ke Polsek Sikur.

 Namun, sebelumnya pelaku terlebih dahulu dibawa ke Puskesmas Sikur untuk dilakukan pemeriksaan terkait permohonan visum dan memeriksa pelaku apakah sudah melahirkan atau tidak.

Diketahui, pelaku NS ini merupakan janda anak satu dan terduga pelaku lelaki ialah tetangganya sendiri. 

Untuk pelaku pria berinisial A (45 tahun), masih dalam pengejaran. Namun, identitasnya sudah dikantongi.

“Terduga pelaku akan kami serahkan ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) untuk menjalani proses pemeriksaan kejiwaan,” tandas Ery Armunanto.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/lom



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami