Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Cabuli Karyawan di Bawah Umur, Pemilik Toko di Buleleng Divonis 4,8 Tahun
BERITABALI.COM, BULELENG.
Terdakwa Agus Sukarman divonis empat tahun delapan bulan penjara, lantaran terbukti secara sah menyetubuhi karyawan tokonya yang masih di bawah umur.
Vonis dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Singaraja, pada Kamis (22/1). Sidang dipimpin hakim ketua Yakobus Manu, didampingi hakim anggota Zou Gemilang Consuelo Gultom dan David Nainggolan.
Dalam amar putusan yang diterima Selasa (27/1) majelis hakim menyatakan terdakwa Agus Sukarma terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 81 ayat (1) juncto Pasal 76D Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 17 Tahun 2016.
“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama empat tahun dan delapan bulan,” ujar hakim.
Dalam sidang diketahui, Agus Sukarman menyetubuhi korban pada Sabtu, 28 Desember 2024 lalu, sekitar pujul 21.00 WITA. Saat itu korban yang merupakan kasir toko, berniat untuk menutup toko.
Namun ia tiba-tiba dihubungi oleh terdakwa, dan memintanya untuk menunggu. Tak lama berselang, terdakwa pun datang menggunakan sepeda motor. Ia kenudian meminta kunci toko kepada korban dengan alasan ingin membuka toko.
Selanjutnya, korban diajak masuk ke dalam toko. Saat itu lah, terdakwa melancarkan aksinya. Ia mendorong korban hingga masuk ke kamar mandi. Upaya perlawanan dari korban, tak mampu menyurutkan niat bejat Agus Sukarman. Korban akhirnya disetubuhi di dalam kamar mandi tersebut.
Kasus ini pun dilaporkan oleh korban ke Mapolres Buleleng, hingga akhirnya Agus Sukarman ditangkap pada 10 Juni 2025 lalu.
Dalam menjatuhkan vonisnya, ada beberapa hal yang menjadi bahan pertimbangan hakim. Hal yang meringankan, terdakwa dinilai bersikap sopan selama persidangan, mengakui dan menyesali perbuatannya, belum pernah dihukum, serta memiliki tanggungan keluarga. Selain itu, keluarga terdakwa telah melakukan perdamaian dengan keluarga korban.
Sementara hal yang memberatkan, kejadian tersebut membuat korban trauma. “Keadaan yang memberatkan, akibat kejadian tersebut korban mengalami trauma. Bahwa pada saat kejadian, korban berstatus sebagai karyawan dari terdakwa,” jelas majelis hakim.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5940 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4654 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2622 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2279 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2221 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan