Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Dana BLT di Batungsel Disunat Rp 150 Ribu

Pupuan

Kamis, 31 Juli 2008, 16:10 WITA Follow
Beritabali.com

ilustrasi/google

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Keinginan sejumlah warga miskin di Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan menikmati dana BLT (bantuan langsung tunai) yang seharusnya diterima Rp 300 ribu harus gigit jari. Pasalnya BLT yang mereka ambil di Kantor Desa Bagungsel, Kecamatan Pupuan dipotong sebesar Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu.



Pemotongan itu pun membuat salah satu warga setempat yakni I Ketut Kompyang Ada (32) gerah, Kamis (31/7). Dia menyayangkan pemotongan BLT terhadap dua warga miskin di wilayahnya yakni I Wayan Suteja dan I Wayan Budiasa.

Dikatakannya, dia sempat didatangi oleh dua orang tersebut tanggal 27 Juli 2008 yang menyatakan dana BLT nya dipotong. Tak tanggung-tanggung potongannya mencapai Rp 150 ribu dari Rp 300 ribu yang semestinya diterima oleh I Wayan Budiasa (33).

Sedangkan pemotongan BLT juga dialami oleh I Wayan Suteja (45) Dia yang mengalami cacat fisik memiliki kaki satu karena kecelakaan, BLT nya juga kena potong Rp 100 ribu dari total yang semestinya dia terima Rp 300 ribu.

"Saya sangat menyayangkan adanya pemotongan BLT ini karena melanggar acuan menteri sosial," jelasnya. Dia juga sudah pernah menanyakan pemotongan itu kepada Kepala Dusun Batungsel Kelod dan BPD setempat. Namun jawaban yang dia terima tidak memuaskan. "Saya siap mempertangung jawabkan pernyataan saya ini, dan saya memiliki data lengkap terkait pemotongan BLT ini," jelasnya.



Dia juga menandaskan mengungkap kasus pemotongan BLT di desanya ini bukan berarti dia bermaksud menjelekkan desanya sendiri, "Saya hanya ingin meluruskan masalah, agar masyarakat kecil tidak terus dipermainkan," jelasnya.



Selain menyampaikan pemotongan BLT tersebut, Kompyang juga menyayangkan penerima BLT tahun lalu yakni I Wayan Biakto (32), untuk tahun ini tidak mendapatkan BLT kembali. Padahal kondisi ekonominya tetap seperti tahun lalu.

"Saya mohon pihak terkait untuk menjelaskan mengenai pemotongan BLT tersebut, begitu juga pendataan mengenai penerima data BLT agar lebih tepat sasaran," harapnya.

Sementara itu Kepala PT Pos Tabanan, I Dewa Nyoman Merthayasa SE yang dihubungi mengaku belum menerima laporan tersebut. Diakuinya memang ada permintaan dari Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan pencairan BLT dilakukan di Kantor Desa setempat tanggal 23 Juli lalu yang berjumlah 87 orang.

"Mengenai adanya pemotongan dari pihak kantor Desa, kami tidak tahu itu karena bukan kewenangan kami, yang jelas tugas kami hanya menyerahkan dana itu kepada mereka (aparat desa), terkait pemotongan itu kami tidak ikut campur," jelasnya. (nod)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami