Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 13 Mei 2026
Desa Adat Sebali Gelar Melasti ke Pantai Masceti Setiap 5 Tahun
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Krama Desa Adat Sebali, Desa Keliki, Kecamatan Tegallalang menggelar upacara Melasti sebagai bagian dari rangkaian penyucian menjelang Hari Suci Nyepi.
Prosesi sakral tersebut berlangsung khidmat dengan iring-iringan pralingga dan sesuhunan dari berbagai pura yang ada di wilayah desa adat menuju Pantai Masceti, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Senin (16/3).
Bandesa Desa Adat Sebali, I Ketut Mulia menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan Melasti kali ini turut diiringkan empat sesuhunan Barong serta sejumlah tapakan suci yang berasal dari sembilan pura pengempon Desa Adat Sebali.
"Seluruh pratima dan simbol-simbol suci tersebut diarak oleh krama menuju segara untuk disucikan sesuai dengan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun," jelasnya.
Menurutnya, prosesi Melasti yang dilaksanakan ke Pantai Masceti ini tidak digelar setiap tahun. Krama Desa Adat Sebali sepakat menggelarnya setiap lima tahun sekali karena persiapannya cukup besar serta melibatkan seluruh krama desa.
I Ketut Mulia menambahkan bahwa sebelumnya sempat muncul usulan agar Melasti dilakukan setiap tahun. Namun sebagian besar krama merasa pelaksanaan tahunan terlalu cepat sehingga akhirnya disepakati tetap digelar setiap lima tahun sekali.
Dalam pelaksanaannya, Desa Adat Sebali juga memiliki beberapa sumber mata air suci atau beji yang biasa digunakan untuk kegiatan penyucian.
"Biasanya, prosesi Melasti dilakukan secara bergantian di beji-beji tersebut sebelum akhirnya dilaksanakan ke segara," imbuh Ketut Mulia.
Bandesa Adat Sebali juga menyebutkan terdapat empat beji yang menjadi tempat pelaksanaan upacara penyucian bagi krama desa. Setelah seluruh beji tersebut digunakan secara bergiliran dalam rangkaian ritual, barulah prosesi Melasti dilaksanakan menuju laut atau segara.
"Upacara Melasti ini juga melibatkan seluruh krama dari tiga banjar yang berada di wilayah Desa Adat Sebali, yakni Banjar Sebali, Banjar Triwangsa, dan Banjar Bangkiang Sidem. Ketiga banjar tersebut turut ambil bagian dalam mempersiapkan hingga mengiringi jalannya prosesi ke tempat penyucian. Sementara pemuput upacara Ida Pedanda Istri Gria Santika Gadungan, Bresela, Payangan," tegasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1180 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 922 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 753 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 686 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik