Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 22 Mei 2026
Diduduki Lewis Hamilton, Harga Kursi Plastik Ini Tembus Rp20 Juta
BERITABALI.COM, DUNIA.
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan cuan dengan memanfaatkan momen langka. Seperti halnya yang terlihat dalam sebuah unggahan akun Facebook @World of Buzz.
Salah seorang warganet menjual sebuah kursi plastik dengan banderol yang cukup fantastis yakni seharga 8,599 Ringgit Malaysia atau setara dengan Rp 29,2 juta.
Penjual memiliki alasan kenapa kursinya tersebut dijual dengan harga segitu. Ternyata, kursi tersebut pernah diduduki oleh salah seorang pembalap F1, Lewis Hamilton.
Padahal jika dilihat secara seksama, kursi tersebut bisa dijumpai di acara-acara kampung bahkan juga ditemukan di warung pedagang kaki lima di pinggir jalan.
Penjual menjajakan kursi tersebut di situs jual beli online Malaysia.
Kursi tersebut terlihat jelas tengah diduduki Lewis Hamiltan. Penjual pun mengambil momen spesial ini dengan mengambil foto kursi yang diduduki oleh pembalap Mercedes-Benz tersebut.
Lalu setelah mengambil foto tersebut, penjual lalu mengunggahnya di situs jual beli online dan mencantumkan harga yang cukup fantastis.
Memang, harga tersebut jika dipikir-pikir tak masuk akal. Apalagi kursi tersebut bisa dibeli di toko-toko yang ada di sekitaran sana.
Namun karena ada embel-embel pernah diduduki pembalap juara dunia 7 kali itulah, maka sontak harganya naik ratusan kali lipat.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1946 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1761 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1308 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1181 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah