Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 18 Mei 2026
Distribusi Bansos Merata, Jembrana Luncurkan Aplikasi I-BAN
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Permasalahan pembagian bantuan sosial baik dari Pemerintah Pusat, daerah maupun swasta ke masyarakat yang berhak terus saja terjadi di masa pandemi covid-19.
Bahkan masih ada masyarakat yang mendapatkan bantuan hingga 2 kali. Guna meminimalisir kesalahan pembagian bantuan sosial tersebut, Pemerintah Kabupaten Jembrana di bawah kepemimpinan I Nengah Tamba dan Ngurah Patriana Krisna membuat terobosan inovasi baru.
Setelah sukses meluncurkan aplikasi layanan masyarakat Jembrana Emergency System kini kembali diluncurkan aplikasi I-BAN (I- Bansos). Aplikasi Integrated Bansos ini merupakan layanan aplikasi yang terintegrasi secara online terhadap bantuan-bantuan sosial dari pemerintah dari kementerian, lembaga, pemerintah daerah, desa atau masyarakat mulai dari proses verifikasi hingga ke pendistribusian.
Langkah ini guna mencegah ketimpangan serta tidak meratanya dalam penyaluran bantuan sosial selama ini. Pasalnya, dalam pendisitribusiannya oleh sebagian masyarakat masih dianggap tebang pilih serta tidak adil.
Terlebih di masa Pandemi covid-19 seperti sekarang. Padahal dalam pendistribusian bantuan ke masyarakat dilakukan sangat selektif dan berdasarkan data yang benar dan akurat.
"Aplikasi ini untuk menjawab perasaan ketidakadilan masyarakat saat pendistribusian bansos itu. Dengan cara ini pemerintah memastikan pendistribusian bansos akan berlaku secara adil dan merata bagi warga masyarakat kabupaten Jembrana. Kayaknya aplikasi yang kita buat ini pertama di Indonesia," kata Bupati Jembrana I Nengah Tamba usai launching aplikasi i-ban Selasa (3/8/2021).
Selama ini, ia banyak mendengar keluhan warga, terutama di media sosial terhadap penyaluran bansos. Mereka menganggap pendiditribusian bansos saat pandemi covid-19 yang dilakukan pemerintah tidak adil.
"Itu ide awalnya. Kita banyak dengar keluhan masyarakat, terutama di masa pandemi ini. Akhirnya muncullah ide untuk membuat aplikasi dengan I-BAN (Integrated Bansos),” ujarnya.
Melalui Aplikasi I-BAN, sambung Bupati Tamba, semua data-data kuncinya terintegrasi dalam sistem.
"Sistem ini tidak bisa diakali atau dibohongi. Caranya sangat mudah, pertama unduh Speed-ID di smartphone. Kemudian lakukan pengajuan bansos cukup lewat menu Speed-Q yang ada di dalam aplikasi, kemudian cari bansos, lalu input data diri sesuai KTP dengan memasukkan Nama dan NIK,” ujarnya.
Meski caranya yang mudah, Bupati Tamba menegaskan, calon penerima manfaat itu harus lolos melalui 3 (tiga) tahapan verifikasi di sistem itu.
”Setiap calon penerima bansos itu harus lolos dalam tiga tahapan verifikasi. Tahapaan pertama adalah, apakah mereka sudah tervaksinasi Covid-19, kedua adalah apakah itu TNI-Polri dan ASN serta ketiga adalah mereka pernah mendapat bantuan dari pemerintah (apapun jenis bantuan itu). Jika ketiga tahapan itu lolos, maka mereka berhak mendapat bansos. Jika sebaliknya, maka mereka akan ditolak oleh sistem itu sendiri,” tegasnya.
Terkait dengan cara pengambilan bansos bagi warga masyarakat yang dinyatakan lolos oleh sistem I-BAN, kata Bupati Tamba, bisa dilakukan di 5 kecamatan yang ada di kabupaten Jembrana.
”Penerima bansos bisa mengambil bantuannya di wilayah terdekat yang ada di masing-masing-kecamatan. Kedepan, apjikasi I-BAN ini tentunya akan kami sempurnakan lagi tidak saja disentralkan di kantor kecamatan namun juga sampai ke desa-desa,” tutupnya.
Reporter: Humas Jembrana
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1534 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1155 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1005 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 883 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah