Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 19 Mei 2026
Filipina Tuding Tiongkok Pasang Penghalang Terapung di Wilayah LCS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Filipina mengecam pemasangan penghalang di wilayah sengketa Laut China Selatan yang diduga dilakukan oleh penjaga pantai Tiongkok.
Penghalang berbentuk bola-bola terapung itu menyebabkan kapal-kapal Filipina terhalang memasuki wilayah tersebut untuk menangkap ikan.
Dalam sebuah pernyataan pada platform media sosial X, juru bicara penjaga pantai Filipina Jay Tarriela mengatakan penghalang terapung itu ditemukan oleh kapal-kapal Filipina selama patroli maritim rutin pada Jumat (22/9). Ia mengatakan penghalang ini berukuran sekitar 300 meter (984 kaki).
"Penjaga pantai Filipina dan Biro Perikanan dan Sumber Daya Perairan mengecam keras pemasangan penghalang terapung yang dilakukan oleh penjaga pantai Tiongkok di bagian Tenggara Bajo de Masinloc, yang mencegah kapal nelayan Filipina memasuki perairan dangkal dan menghalangi aktivitas penangkapan ikan dan mata pencaharian mereka," kata Tarriela dikutip dari CNN, Minggu (24/9).
Tarriela juga membagikan foto-foto yang diduga sebagai penghalang terapung. Ia mengklaim tiga kapal penjaga pantai China dan sebuah kapal dinas milisi maritim Tiongkok memasang penghalang terapung itu setelah kedatangan kapal Filipina di daerah tersebut.
Selain itu penjaga pantai Filipina membagikan rekaman yang menunjukkan petak-petak karang rusak dan memutih. Sehingga mereka mendorong para pejabat untuk menetapkan Tiongkok telah melakukan perusakan besar-besaran di sana.
"Berlanjutnya aktivitas penangkapan ikan ilegal dan destruktif yang dilakukan milisi maritim Tiongkok di Rozul Reef dan Escoda Shoal secara tidak pandang bulu mungkin menyebabkan degradasi dan kehancuran lingkungan laut di wilayah [Laut Filipina Barat]," kata Tarriela.
Kementerian Luar Negeri China menolak tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai sesuatu yang salah dan tidak berdasar.
"Kami menyarankan pihak berwenang Filipina untuk tidak menggunakan informasi palsu untuk membuat lelucon politik," kata juru bicara Mao Ning kepada wartawan.
Untuk diketahui, Bajo de Masinloc, juga dikenal sebagai Scarborough Shoal, sebuah kawasan terumbu karang kecil namun strategis dan daerah penangkapan ikan subur, terletak 130 mil (200 kilometer) sebelah barat pulau Luzon, Filipina.
Wilayah ini disebut China sebagai Huangyandao, yang merupakan salah satu dari sejumlah pulau dan terumbu karang yang disengketakan di Laut China Selatan.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1618 Kali
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1591 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1223 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1068 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah