Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 12 Agustus 2026
Ganjar Pranowo Resmi Kantongi Dukungan Dua Parpol
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Ganjar Pranowo telah resmi mendapatkan dukungan dari dua partai politik untuk maju sebagai calon presiden di 2024. Pada Jumat (21/4), partai yang menaungi Ganjar, PDIP, akhirnya menetapkan dukungan.
Pengumuman itu disampaikan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di kediaman keluarga Bung Karno, Rumah Batutulis, Bogor, Jawa Barat, Jumat (21/4). Saat pengumuman itu, Megawati secara simbolis memakaikan peci kepada Ganjar.
"Dengan mengucap Bismillah, menetapkan Ganjar Pranowo sebagai kader dan petugas partai, ditingkatkan tugasnya sebagai calon presiden," ujar Megawati.
Pada kesempatan itu, Presiden Joko Widodo dan Ketua DPR sekaligus Ketua DPP PDIP Puan Maharani hadir.
Selanjutnya, pada Rabu (26/4), dukungan untuk Ganjar sebagai bakal calon presiden datang dari PPP. Keputusan itu disampaikan langsung Plt Ketum PPP M Mardiono di Sleman, DI Yogyakarta.
"Partai Persatuan Pembangunan memutuskan Bapak Ganjar Pranowo sebagai calon presiden Republik Indonesia pada Pemilihan Umum Presiden 2024 yang akan datang," kata Mardiono.
Ia menuturkan keputusan mengusung Ganjar merupakan hasil dari Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) PPP yang digelar pada Selasa (25/4).
Setelah diumumkan sebagai capres dari PDIP, Ganjar menyatakan siap mengemban amanah tersebut. Ia menegaskan akan menjalankan tugas sebaik-baiknya.
Menurut Ganjar, penetapan dirinya sebagai capres tentu melalui proses panjang di partai.
"Sebuah kehormatan mendapat tugas sebagai kader partai. Tidak mudah, kiranya teman yang hadir, seluruh komponen partai kami mohon dukungan, kami mohon kritik saran, inilah momentum untuk konsolidasi, bersatu," katanya.
Sementara itu, atas dukungan dari PPP untuk Ganjar, Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno menyambut baik. Ia mengatakan PPP dan PDIP memiliki kesamaan rekam jejak historis.
Menurutnya, PPP dan PDIP telah merasakan pahit getir sebagai partai yang pernah hidup di masa Orde Baru.
"Bagus. Dari pertimbangan yang disampaikan Ketum PPP, kita membaca dimensi yang cukup lengkap yang menjadi alasan: ideologis, historis, kapasitas, integritas dan antisipasi tantangan bangsa dan negara ke depan," ujar Hendrawan saat dihubungi.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4498 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2307 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1917 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1583 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1030 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun