Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 23 Mei 2026
Geliat Usaha Krupuk Babi di Darmasaba Tak Terpengaruh Pandemi
BERITABALI.COM, BADUNG.
Usaha krupuk kulit babi I Gede Ngurah Adnyana di Banjar Gulingan, Darmasaba, Badung merupakan warisan dari keluarga sebelumnya hingga saat ini masih tetap dijalankan.
Ia mengaku baru 1,5 tahun memulai usaha kerupuk kulit babi yang sebelumnya hanya berternak dan memotong Babi.
Pesanan sebelumnya hanya dari daerah Bali, tetapi sejak adanya media sosial dan menu produk diunggah untuk membantu pemasaran, kini krupuk kulit babinya mulai dikenal sampai ke luar Bali.
"Ada yang memesan sampai Jakarta, Surabaya, Bandung bahkan dari daerah Irian Jaya atau Papua", katanya sembari mengatakan meski pandemi, ia tetap mendapat pesanan.
Hal tersebut tentu disebabkan karena inovasi produk olahan terus diupayakan dilakukan sehingga usaha ini masih dilirik pasar.
Sejak produknya merambah pasar luar Bali, jumlah pesanannya lumayan tinggi hingga mencapai 300 kg lebih kilo per hari.
"Jika dibandingkan pasar lokal Bali, pesanan paling banyak 150 kg perhari sedangkan saat ini pesanan datang dari luar Bali bisa mencapai 300 kg per harinya," ujarnya.
Jenis pesanan konsumen yang ditawarkan beragam ada yang dalam bentuk setengah matang (Aluman) atau telah menjadi krupuk babi.
"Kami tawarkan dalam bentuk setengah matang ada juga telah menjadi krupuk. Maka itu, saat saat pengiriman perlu diperhatikan baik untuk produk olahan aluman atau yang menjadi krupuk," sebutnya.
Adnyana menambahkan usahanya sebagian juga masih melayani para pedagang selain perorangan yang akan dijual kembali dalam jumlah banyak.
Terkait bahan baku, kata dia, sementara masih mudah diperoleh. Selain melakukan pemotongan babi sendiri, jika seandainya kekurangan dapat dicari di sejumlah peternak babi di sekitar desa.
Sedangkan kendala yang dihadapi dalam pengolahan industri krupuk babi, saat ini adalah harga minyak yang naik di pasaran.
Karena, sebutnya, dalam sekali mengoreng ratusan kilo kulit Babi menghabiskan minyak goreng sebanyak 5 jerigen minyak goreng degan voluem 20 liter per jerigen.
"Selain harga, juga masih agak sulit mencari minyak goreng dalam jumlah banyak," sebut Adnyana.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2002 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1837 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1365 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1245 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah