Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Suryani Instritute dan Unud Edukasi Bullying dan Adiksi Gadget di SMAN 1 Rendang
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Suryani Institute for Mental Health (SIMH) bekerja sama dengan Program Studi Spesialis Kedokteran Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana menggelar Sosialisasi Kesehatan Jiwa untuk Remaja di SMAN 1 Rendang pada Jumat, 22 Mei 2026.
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Bullying dan Adiksi Gadget pada Remaja” yang disertai skrining kesehatan mental sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif kesehatan jiwa bagi kalangan remaja.
Program ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan literasi kesehatan mental di lingkungan sekolah sekaligus memperkuat deteksi dini terhadap berbagai persoalan psikologis yang dapat memengaruhi perkembangan remaja.
Para siswa mengikuti kegiatan dengan antusias melalui sesi edukasi interaktif, diskusi, tanya jawab hingga skrining kesehatan mental yang bertujuan membantu mengenali kondisi emosional, perilaku serta kebutuhan dukungan psikologis sejak dini.
Paparan pembuka mengenai pentingnya kesehatan jiwa remaja disampaikan oleh Prof. Dr. dr. Cokorda Bagus Jaya Lesmana, SpKJ(K), MARS selaku perwakilan dari Suryani Institute for Mental Health. Ia menekankan kesehatan mental merupakan bagian penting dari kesehatan secara menyeluruh dan menjadi fondasi tumbuh kembang anak serta remaja.
Dalam pemaparannya, masa remaja disebut sebagai periode perkembangan yang sangat dinamis dengan perubahan biologis, psikologis dan sosial yang berlangsung cepat. Pada fase tersebut, remaja dinilai rentan menghadapi tekanan lingkungan, mulai dari bullying, tuntutan akademik hingga penggunaan gadget berlebihan.
“Kesehatan mental pada anak dan remaja perlu mendapatkan perhatian yang sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Remaja yang memiliki kesehatan mental yang baik akan lebih mampu mengenali emosi, membangun relasi yang sehat, berprestasi, dan menghadapi tantangan kehidupan. Sebaliknya, ketika masalah psikologis tidak dikenali sejak dini, dampaknya dapat memengaruhi proses belajar, hubungan sosial, hingga kualitas hidup di masa depan,” ujar Prof. Cokorda.

Materi edukasi kemudian dilanjutkan oleh narasumber dari Program Studi Spesialis Kedokteran Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Topik bullying disampaikan oleh I Kadek Rusjaya yang mengulas berbagai bentuk perundungan pada remaja, baik verbal, fisik, sosial maupun melalui media digital.
Dalam sesi tersebut dijelaskan bahwa bullying tidak hanya berdampak pada korban, tetapi juga memengaruhi pelaku serta lingkungan sekolah secara keseluruhan. Dampaknya dapat berupa menurunnya rasa percaya diri, kecemasan, depresi, penarikan diri dari lingkungan sosial hingga terganggunya fungsi akademik. Para siswa juga diajak membangun budaya saling menghargai demi menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan suportif.
Selanjutnya, materi mengenai adiksi gadget disampaikan oleh Jeikawati. Dalam pemaparannya, peserta diajak memahami bahwa penggunaan perangkat digital secara tidak terkontrol dapat memengaruhi kualitas tidur, konsentrasi belajar, regulasi emosi hingga interaksi sosial secara langsung.
Para remaja juga didorong membangun kebiasaan penggunaan gadget yang sehat melalui pengaturan screen time, aktivitas fisik, komunikasi keluarga serta menjaga keseimbangan antara dunia digital dan kehidupan nyata.

Sebagai tindak lanjut dari edukasi tersebut, kegiatan juga dilengkapi dengan skrining kesehatan mental untuk membantu mengidentifikasi siswa yang membutuhkan edukasi lanjutan, pendampingan maupun rujukan sesuai kebutuhan.
“Kami melihat siswa sangat terbuka untuk berdiskusi mengenai pengalaman sehari-hari terkait penggunaan gadget dan dinamika pertemanan di sekolah. Banyak yang baru menyadari bahwa kesehatan mental adalah sesuatu yang perlu dijaga dan dibicarakan tanpa rasa takut,” ungkap salah satu siswi peserta kegiatan.
Sementara itu, Lidya, siswi SMAN 1 Rendang yang mengikuti kegiatan turut menyampaikan kesannya. “Sosialisasi ini sangat bermanfaat karena membuat kami lebih memahami bahwa bullying bukan sekadar bercanda dan penggunaan gadget juga perlu dibatasi. Skrining kesehatan mental membuat kami merasa lebih diperhatikan dan membantu mengenali kondisi diri sendiri,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Suryani Institute for Mental Health bersama Program Studi Spesialis Kedokteran Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana berharap dapat terus memperluas edukasi kesehatan jiwa di lingkungan pendidikan serta mendorong terciptanya generasi muda yang lebih sehat secara mental, adaptif dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2000 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1834 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1362 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1242 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah