Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Gerindra Bali Bersih-bersih Pantai Legian, De Gadjah: Sampah Tahunan, Harusnya Sudah Ada Solusi
beritabali/ist/Ketua DPD Gerindra Bali Made Muliawan Arya alias De Gadjag menyerahkan beras kepada lansia penggiat kebersihan Pantai Legian, Badung.
BERITABALI.COM, BADUNG.
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Bali menggelar aksi bersih-bersih pantai di kawasan Pantai Legian, Kabupaten Badung, Jumat (6/3).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Partai Gerindra sekaligus upaya menumbuhkan kesadaran menjaga lingkungan di Bali.
Ratusan kader Partai Gerindra bersama komunitas turut terlibat dalam kegiatan tersebut. Aksi ini rencananya akan dilaksanakan secara bergiliran di setiap wilayah Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra di Bali.
Selain melakukan aksi bersih pantai, panitia juga memberikan apresiasi kepada para lansia penggiat kebersihan Pantai Legian dengan menyerahkan bantuan sembako setelah kegiatan berlangsung.
Ketua DPD Partai Gerindra Bali, Made Muliawan Arya atau yang akrab disapa De Gadjah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Ketua Umum Partai Gerindra yang juga Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto agar kader partai aktif menjaga kebersihan lingkungan.
“Jadi kader Gerindra diwajibkan melakukan kegiatan bersih-bersih di mana pun, tidak hanya di tempat umum, tapi juga di lingkungan rumah dan sekitar. Minimal seminggu sekali,” ujar De Gadjah saat Kegiatan Gerakan Bersih-bersih Pantai itu.
Ia menegaskan kegiatan bersih-bersih pantai akan dilaksanakan rutin setiap Jumat dengan melibatkan ratusan kader. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.
"Setiap Jumat sekitar 500 orang. Minggu depan ada lagi. Ini instruksi, jadi kami tunduk dengan instruksi itu,” katanya.
Dalam kesempatan itu, De Gadjah juga menyoroti persoalan sampah kiriman yang kerap muncul di pesisir Bali saat musim angin barat. Menurutnya, masalah tersebut terjadi hampir setiap tahun sehingga seharusnya sudah ada solusi nyata.
Masalah ini sudah terjadi tiap tahun saat angin barat. Harusnya sudah ada solusi. Kita harus berani membuat perubahan dan keluar dari zona nyaman agar ini tidak menjadi budaya buruk bagi generasi berikutnya,” tegasnya.
Ia menyatakan pihaknya akan menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah serta berbagai pihak untuk mencari solusi bersama dalam penanganan sampah laut.
"Semua harus bersama-sama, pemerintah, masyarakat, pengusaha, bahkan pemerintah pusat. Kesadaran masyarakat juga harus terus dibangun,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Badung I Wayan Puspa Negara yang juga menjadi pelopor kegiatan beach clean up di Pantai Legian menjelaskan bahwa kegiatan bersih pantai sebenarnya telah rutin dilakukan selama lima tahun terakhir.
Menurutnya, kondisi Pantai Legian pada hari biasa relatif bersih karena melibatkan pedagang, masyarakat serta berbagai pemangku kepentingan. Namun saat musim angin barat, volume sampah meningkat tajam.
"Sepanjang Pantai Legian yang panjangnya sekitar 1,6 kilometer, saat musim angin barat setiap hari bisa menepi antara 20 sampai 25 ton sampah,” ungkapnya.

Ia menjelaskan sampah tersebut merupakan kiriman yang terbawa arus laut dan angin dari berbagai daerah. Jenis sampah yang ditemukan pun beragam, mulai dari kayu, ranting hingga plastik yang sulit dipilah.
Fenomena tersebut dikenal masyarakat pesisir Bali sebagai bade sampah, yakni kiriman sampah laut yang muncul selama periode angin barat sekitar tiga bulan, mulai Desember hingga pertengahan Maret.
Menurut Puspa Negara, penanganan persoalan ini membutuhkan langkah besar dari pemerintah karena volume sampah sangat besar dan memerlukan tempat penampungan yang memadai.
"Kalau hanya digunduk di pantai selama berbulan-bulan, seolah kita terlihat tidak mampu menangani sampah. Padahal masyarakat sudah bekerja setiap hari membersihkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, aksi bersih pantai ini juga bertujuan membangun kebiasaan masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, terutama di kawasan destinasi wisata.
"Pantai adalah daya tarik utama destinasi Legian. Kebersihan adalah syarat mutlak destinasi. Sekecil apa pun yang kita lakukan, itu kontribusi nyata bagi lingkungan,” ujarnya.
Puspa Negara menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh menyerah menghadapi persoalan sampah yang terus datang setiap tahun.
"Kita tidak boleh menyerah dengan sampah. Jika kita menjaga lingkungan, maka lingkungan juga akan menjaga kita,” pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Gerindra Bali
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3783 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1724 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang