Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Gugus Tugas Ingatkan Warga Disiplin Prokes
BERITABALI.COM, BULELENG.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI melakukan evaluasi zona penyebaran Covid-19 setiap enam hari untuk seluruh daerah kabupaten dan provinsi di Indonesia. Setelah Buleleng sempat masuk Zona Kuning, atau resiko rendah penyebaran Covid 19, justru kini kembali masuk ke Zona oranye atau zona resiko sedang penyebaran Covid-19.
Walaupun begitu, Pemkab Buleleng melalui Gugus Tigas Percepatan Penanganan Covid-19 mengingatkan warga untuk meningkatkan penerapan protokol kesehatan. Protokol kesehatan tidak ahanya diterapkan ketika berada di Buleleng saja, namun juga ketika warga sedang melkaukan perjanana keluar Buleleng.
Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID 19 Buleleng sekaligus Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng Gede Suyasa mengatakan ada 14 kriteria yang menjadi pertimbangan penilaian BNPB dalam menentukan zona penyebaran COVID 19 pada suatu daerah. Padahal jika merujuk pada perkembangan kasus baru COVID 19, Buleleng justru cenderung melandai.
Data yang dirilis per tanggal 6 November 2020, jumlah kasus baru yang tercatat hanya berjumlah tiga orang. Kemudian yang dinyatakan sembuh berjumlah 6 orang. Kini masyarakat yang berstatus sebagai pasien terkonfirmasi positif berjumlah 38 orang. Dimana 16 orang menjalani perawatan di Rumah Sakit, sementara sisanya ada yang menjalani karantina mandiri.
“Kalau dari segi kasus kan kita tidak ada lonjakan, tetapi penilaian pusat kan ada 14 kriteria. Mungkin itu dimasukkan data semua sehingga dikalkulasi masuk menjadi zona oranye, dilansir resminya kemarin sore. Dari sisi kasus tidak ada lonjakan, mungkin indicator lain yang menjadi penilaian zona itu,” jelas Suyasa.
Menurutnya, penilaian dan penetapan zona pada suatu daerah memang dirilis setiap minggu oleh BNPB. Sehingga, dengan berbagai pertimbangan, bisa saja Kabupaten Buleleng akan kembali pada zona kuning dalam beberapa waktu mendatang. Apalagi memang penetapan zona pada setiap daerah itu memang terjadi sangat dinamis.
“Zona ini kan setiap minggu, minggu depan akan ada lagi penilaian. Apakah ke kuning lagi dengan PCR sudah berfungsi, test swab sudah semakin banyak, ketersediaan bed di RS, itu beberapa yang menentukan penetapan zona,” tegas Suyasa.
Mantan Asisten 3 Setda Buleleng ini pun selalu menegaskan jika menekan penyebaran COVID 19 di Kabupaten Buleleng bukan hanya menjadi tugas dari Pemerintah, namun semua komponen masyarakat. Sehingga, masyarakat pun diminta selalu disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.
“Yang terpenting adalah menggunakan masker saat kita beraktivitas di luar rumah. Dan selalu kalau bisa menjaga jarak. Ini adalah tugas kita bersama,” pungkasnya. (NOV)
Reporter: Tim Liputan COVID
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4299 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1453 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 951 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 886 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 775 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun