Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 18 Mei 2026
Gunung Lewotobi Erupsi Lagi, Tinggi Kolom Abu Hingga 700 Meter
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Gunung Api Lewotobi Laki-kaki di Kecamatan Wulanggitang, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali erupsi pada Senin (15/1) pagi ini.
Menurut laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tinggi kolom abu mencapai 700 meter.
"Terjadi erupsi G. Lewotobi Laki-laki pada hari Senin, 15 Januari 2024, pukul 05:25 WITA," tulis PVMBG lewat akun X (Twitter) resminya.
Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi 171 detik.
PVMBG mencatat kolom abu teramati berwarna kelabu hingga coklat dengan intensitas tebal ke arah utara dan timur laut. Erupsi disebutkan masih berlangsung.
PVMBG mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki dan pengunjung atau wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi dan sektoral 5 kilometer ke arah Barat Laut-Utara dan Timur Laut
Dikutip dari Antara, Gunung Lewotobi erupsi sejak Minggu (14/1). Dalam kurun waktu enam jam sepanjang Minggu, Gunung Lewotobi erupsi sebanyak 12 kali.
Petugas Pos Pemantau Gunung Lewotobi Laki-laki, Yosef S Mboro, menyebutkan 12 kali erupsi tersebut terjadi antara pukul 12.00 hingga 18.00 WITA.
Kolom abu yang ditimbulkannya teramati dengan ketinggian 1.000 hingga 1.500 meter di puncak gunung dengan warna asap kelabu.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1534 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1155 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1005 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 883 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah