Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 17 Mei 2026
Hati-Hati, Ada Bahaya Tidur dengan Kipas Angin Menyala
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Saat cuaca panas di siang hari, banyak orang yang masih memakai kipas angin untuk menurunkan suhu. Kalau kamu sering begini, cek dulu bahaya tidur dengan kipas angin.
Meskipun AC saat ini sudah banyak digunakan, namun beberapa orang masih lebih nyaman memakai kipas angin. Tak salah memang, tapi apakah tidur dengan kipas angin menyala setiap saat bisa membahayakan kesehatan?
Buat beberapa orang merasa penggunaan kipas angin saat tidur malah membuat badan terasa tidak nyaman. Hal ini biasanya terasa saat bangun. Misalnya, badan tidak nyaman, demam, flu, bahkan sakit tenggorokan.
Sebenarnya tidur dengan kipas angin menyala itu sah-sah saja, namun kenyataannya pastikan kebersihannya. Jangan ada debu menumpuk di dalam kipas.
Debu-debu inilah yang bakal menjadi penyebab penyakit.
mengatakan, sebenarnya tidur menggunakan kipas angin saat cuaca panas boleh-boleh saja. Asalkan, kipas bersih dari debu.
"Jika kipasnya berdebu, debunya bisa masuk ke pernapasan. Jadi, ya, harus rajin dibersihkan. Apalagi jika mempunyai alergi debu," kata dokter spesialis pulmonologi (paru) di Rumah Sakit Harapan Bunda Rambutan, Jakarta Eva Sri Diana saat dihubungi CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.
Selain debu yang harus dibersihkan, perhatikan juga jarak kipas angin dari wajah dan tubuh saat tidur. Bahaya tidur dengan kipas angin muncul saat kipas angin terlalu dekat dengan wajah dan tubuh dalam jangka waktu lama dan kencang.
"Jarak yang terlalu dekat bisa mengganggu, apalagi jika langsung hadap-hadapan dengan wajah. Ini bisa menyebabkan tekanan udara yang tinggi dan membuat pernapasan terganggu," kata dia.
"Pokoknya harus disesuaikan jaraknya agak jauh dari tempat Anda tidur. Yang penting kipas bisa menghalau udara panas di dalam ruangan, bukan untuk mengipasi tubuh Anda terlalu dekat," kata dia.
Efeknya juga akan muncul rasa tidak nyaman di tubuh. Hal ini muncul karena tubuh merespons sesuatu yang tidak sesuai, yakni tekanan udara yang terlalu tinggi.
Bagi orang yang memiliki asma, hal ini bisa menyebabkan kekambuhan jika terus dilakukan.
Bahaya tidur dengan kipas angin yang terlalu dekat akan menyebabkan efek langsung antara lain masuk angin, sakit kepala, dan batuk.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1493 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1127 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 972 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 860 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik