Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Kuota Sapi Bali Cepat Habis, Pemprov Pastikan Berdasar Analisis Populasi
bbn/dok Humas Pemprov Bali/Kuota Sapi Bali Cepat Habis, Pemprov Pastikan Berdasar Analisis Populasi.
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali memastikan pengaturan kuota pengeluaran sapi Bali dilakukan secara ketat berdasarkan analisis populasi ternak guna menjaga keberlanjutan sapi lokal Bali.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Wayan Sunada mengatakan, penetapan kuota pengiriman sapi Bali dilakukan dengan mempertimbangkan jumlah populasi sapi jantan dan betina, angka kelahiran, hingga tingkat kematian ternak.
“Kuota pengeluaran sapi Bali ditetapkan oleh Gubernur Bali berdasarkan analisis populasi sehingga keseimbangan ternak tetap terjaga,” ujarnya di Denpasar, Sabtu (16/5).
Penjelasan tersebut disampaikan menyusul munculnya keluhan terkait cepat habisnya kuota tambahan pengeluaran sapi Bali sehingga sejumlah sapi belum memperoleh izin pengiriman.
Menurut Sunada, seluruh proses pengajuan pengiriman ternak dilakukan melalui sistem aplikasi nasional lalin.isikhnas.go.id sesuai aturan lalu lintas ternak yang berlaku.
Ia menjelaskan, kuota tambahan cepat habis karena para pemohon yang sebelumnya telah menyiapkan seluruh dokumen langsung mengunggah persyaratan begitu penambahan kuota diumumkan pemerintah.
“Begitu ada penambahan kuota, pemohon yang sudah siap langsung melakukan upload kelengkapan dokumen. Sistem akan memverifikasi sesuai urutan pengajuan yang masuk,” jelasnya.
Dengan sistem tersebut, pemohon yang terlambat mengunggah dokumen berpotensi tidak mendapatkan kuota karena kapasitas yang tersedia sudah lebih dulu terpenuhi.
Berdasarkan hasil analisis populasi ternak, Pemerintah Provinsi Bali menetapkan sebanyak 53.500 ekor sapi dapat dikeluarkan dari Bali. Dari jumlah tersebut, kuota awal ditetapkan sebanyak 50 ribu ekor, sementara 3.500 ekor disiapkan sebagai cadangan hingga Desember 2025.
Selanjutnya, pemerintah kembali menerbitkan tambahan kuota sebanyak 3.500 ekor pada 29 April 2026. Setelah itu, kuota kembali ditambah 3.000 ekor dan saat ini tengah diusulkan tambahan baru sebanyak 3.000 ekor lagi.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali menegaskan seluruh penambahan kuota tetap dilakukan berdasarkan hasil analisis populasi sapi Bali.
Data populasi sapi Bali dalam lima tahun terakhir menunjukkan kondisi fluktuatif. Pada 2021 populasi sapi Bali tercatat sebanyak 558.463 ekor. Jumlah tersebut turun signifikan pada 2022 menjadi 380.559 ekor atau berkurang sekitar 177.904 ekor.
Populasi sapi Bali kemudian kembali meningkat pada 2023 menjadi 391.455 ekor dan naik menjadi 396.717 ekor pada 2024. Namun pada 2025 populasi kembali turun menjadi 392.160 ekor.
Menurut pemerintah daerah, pengendalian kuota pengeluaran sapi Bali menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan populasi ternak lokal sekaligus melindungi kebutuhan bibit sapi dan peternak Bali.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan