Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Ahli Lingkungan: Bali Gagal Kelola Sampah

Rabu, 13 Mei 2026, 21:16 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/Ahli Lingkungan: Bali Gagal Kelola Sampah.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Pakar lingkungan menilai pemerintah gagal dalam mengelola sampah di Bali. Untuk mengatasi persoalan yang ada saat ini, sampah yang ada seharusnya dimusnahkan dengan menggunakan teknologi canggih yang sudah tersedia, bukan didaur ulang.

Hal ini disampaikan pakar tata kelola manajemen lingkungan Ir. Jro Gede Arthika Panji., M.M., Ph.D.(Cand) di sela-sela kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di markas Kodam IX/Udayana, Rabu 13 Mei 2026.

"Di seluruh dunia sampah itu tidak diajak muter-muter, jadi ekonomi sirkular itu baru dikenal di Indonesia praktiknya, di negara-negara maju seperti Eropa tidak mengenal istilah ekonomi sirkular. Sampah itu suatu hasil kegiatan manusia yang harus dimusnahkan tidak ada jalan lain," tegasnya.

Pemusnahan sampah, jelasnya, tidak semata-mata harus dibakar tapi bisa dengan teknologi canggih yang sudah jamak dilakukan di luar negeri seperti di Singapura dan Eropa.

"Salah satu contohnya yang sekarang tengah dibangun di Singapura, negara kecil dengan jumlah sampah 3 kali lipat di Bali, sampah sebagai proses akhir memang harus dibuang dan  dimusnahkan, tapi di Bali selama ini mengambil langkah Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), dan Recycle (daur ulang)," ujarnya.

"Cara pengelolaan sampah R3 ini hasilnya ya seperti sekarang ini, sejak 2008 tidak sukses, jadi saya lebih suka sampah ini dimusnahkan, setelah dimusnahkan dikembalikan ke unsur-unsur pembentuknya seperti karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan mineral, nanti setelah itu baru ekonomi sirkular kita lakukan, bukan diawal awal, kita sibuk ngurus itu sehingga ribuan ton sampah tidak tertanggulangi di Bali, sementara di Singapura maksimal 7 persen sampahnya baru dibuang ke TPA, tidak ada namanya recycle, cara kumpul-angkut-buang tidak selesaikan masalah, yang benar itu kumpul-angkut-musnahkan," tegasnya.

Teknologi pemusnahan sampah menurut Artika saat ini tersedia ada beberapa jenis. 

"Teknologi incenerasi dengan incenerator pembakarannya tidak sempurna, tidak hasilkan seperti yang kita mau, zat berbahayanya masih ada, tapi teknologi pemusnahan dengan teknologi plasma yang reaktor pembakarannya bisa mencapai suhu 4 ribu derajat hasil outputnya adalah karbon, hidrogen dan oksigen dan itu sudah  jamak dilakukan dan tidak lagi membawa sampah kesana kemari, nanti setelah jadi karbon barulah digunakan kembali karbonnnya, yang dari plastik kembalikan ke plastik cetak jadikan batako dan sebagainya, dan itu punya nilai ekonomis yang luar biasa," paparnya.

Menurut Artika sudah banyak investor yang sudah siap dengan teknologi ini untuk mengatasi persolanan sampah di Bali.

"Saya sudah tiga kali bawa investor ke Bali dan mereka kecewa karena mereka tidak diterima di sini, sejak 2016 saya sudah coba datangkan investor dan teknologinya, tapi tidak diterima di Bali," ujar doktor tata kelola manajemen lingkungan ini.

Menurut Artika, dengan cara pengelolaan sampah seperti saat ini, persoalan sammpah di Bali tidak akan pernah selesai.

"Kecuali kalau TNI bisa membantu dengan membentuk batalyon khusus untuk penanganan sampah itu bagus sekali, kalau nggak gitu gak akan selesai, jangan sampai sampah ini menjadi komoditas politik, saya dukung Bali agar Bali punya nilai dengan kebersihannya, mari wujudkan Tri Hita Karana secara nyata," pungkasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/psk



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami