Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 18 Mei 2026
I Wayan Pengsong Perupa Asal Bali dengan Arsitektur Lombok
Senin, 1 Juli 2019,
12:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Lombok. Penghargaan terhadap pembuat karya sering dilakukan di beberapa daerah di Indonesia. Dari skala kecil hingga penghargaan nasional. Sayangnya di Nusa Tenggara Barat khususnya pulau Lombok tak banyak terdengar tentang bagaimana seseorang, sekelompok, atau instansi tertentu memberikan penghargaan khusus pada bidang seni.
[pilihan-redaksi]
Untuk itu, komunitas gerakan gerilya kesenian Rumah Kucing Montong (eRKaeM) menggelar eRKaeM Award 2019 Trubute to Pengsong. Berlangsung di Rumah Kucing Montong Kedaton, Maninting, Lombok Barat, Minggu (30/6), eRKaem memilih I Wayan Pengsong, seorang perupa sebagai seniman yang dianugrahi penghargaan eRKaeM Award 2019.
Untuk itu, komunitas gerakan gerilya kesenian Rumah Kucing Montong (eRKaeM) menggelar eRKaeM Award 2019 Trubute to Pengsong. Berlangsung di Rumah Kucing Montong Kedaton, Maninting, Lombok Barat, Minggu (30/6), eRKaem memilih I Wayan Pengsong, seorang perupa sebagai seniman yang dianugrahi penghargaan eRKaeM Award 2019.
I Wayan Pengsong yang lahir 15 Desember 1943 ialah pelukis asal Bali yang tinggal di Lombok. Kecintaannya pada bumi Lombok itulah yang membuat karya-karya lukisnya memiliki hubungan erat dengan arsitektur Lombok yang unik.

[pilihan-redaksi2]
I Wayan Pengsong lebih dikenal sebagai seniman impresionis dekoratif. Beberapa karyanya menjadi koleksi Galeri Nasional Indonesia sekaligus menjadi koleksi negara. Diantaranya lukisan cat minyak pada kanvas berjudul Panen, 80 ×100 sentimeter, 1991. Dan Pasar di Tepi Pantai, 103 ×135 sentimeter, 1983. I Wayan Pengsong meninggal pada Kamis, 11 Agustus 2016.
I Wayan Pengsong lebih dikenal sebagai seniman impresionis dekoratif. Beberapa karyanya menjadi koleksi Galeri Nasional Indonesia sekaligus menjadi koleksi negara. Diantaranya lukisan cat minyak pada kanvas berjudul Panen, 80 ×100 sentimeter, 1991. Dan Pasar di Tepi Pantai, 103 ×135 sentimeter, 1983. I Wayan Pengsong meninggal pada Kamis, 11 Agustus 2016.
Program eRKaem Award 2019 Tribute to Pengsong dengan rangkaian kegiatan diantaranya pameran seni rupa, pentas musik, pembacaan puisi, pentas teater monolog, pemutaran video dokumenter, diskusi. Hingga acara puncak yaitu pemberian penghargaan kepada pihak keluarga dar I Wayan Pengsong. (bbn/lom/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1540 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1161 Kali
03
04
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1008 Kali
05
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 887 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026