Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 1 November 2026
Ini Penyebab Suhu Udara Terasa Lebih Dingin Akhir-akhir Ini
BERITABALI.COM, NTB.
Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) sudah memasuki musim kemarau, namun beberapa minggu terakhir suhu udara terasa semakin dingin, terutama pada malam hari.
{bbadscontent]
Seperti yang terpantau di Kota Mataram pada Kamis (7/7) malam, suhu udara berada di 20 derajat celsius. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan penyebabnya.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM), Aprilia Mustika Dewi menjelaskan, penurunan suhu udara ini disebabkan angin monsoon Australia membawa udara dingin dari Australia yang saat ini mengalami musim dingin menuju Asia. Wilayah Nusa Tenggara menjadi daerah pertama yang dilewati.
Ketika musim kemarau telah tiba, suhu akan terasa lebih dingin dari biasanya, karena dipengaruhi oleh angin monsoon Australia yang membawa massa udara kering dan bersifat dingin, angin tersebut bergerak dari Australia menuju Asia melewati Indonesia khususnya Nusa Tenggara Barat,” jelas Aprilia, Jumat (8/7).
Penyebab lainnya, kelembapan udara saat musim kemarau juga relatif rendah. Tutupan awan yang sedikit akan mempengaruhi suhu saat malam hingga menjelang pagi.
Saat siang hari, matahari akan terasa terik dan menyengat karena sedikitnya tutupan awan. Pada saat itu gelombang pendek yang terpancar dari matahari akan terserap sempurna oleh permukaan bumi.
"Kemudian saat malam hari yang cerah dan tidak terdapat tutupan awan, gelombang panjang akan terpancarkan seluruhnya ke angkasa tanpa adanya pantulan kembali oleh awan, sehingga suhu akan terasa dingin dari biasanya,” jelas Aprilia.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan