Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 19 Mei 2026
Irit dan Berkesan, Pengantin Jemput Mempelai Wanita Dengan Mobil Pikup
BERITABALI.COM, TABANAN.
Tanpa rasa canggung mempelai pria, I Putu Wiyasa Guna (28) mengajak pasangannya naik mobil pikup, Ni Kadek Dwi Payani (26) ketika menjemput di rumahnya. Pengantin pria diantar oleh keluarganya dengan mobil bak terbuka dan dihias dengan janur.
Pernikahan unik ini terjadi di Dusun Yeh Gangga, Desa Sudimara, Kabupaten Tabanan, Bali pada Senin 7 Oktober.
“Agar memperlihatkan bahwa pernikahan bukan sesuatu yang mewah, bisa sederhana,” kata I Putu Wiyasa Guna.
Setelah naik mobil pikup, kedua pasangan ini diarak keliling desa. Meski cuaca panas tidak menjadi halangan bagi keduanya dan keluarga merayakan hari bahagia di atas mobil yang biasanya digunakan untuk mengangkut barang ini.
Wiyasa Guna menceritakan, jika acara perkawinanya telah direncanakan sejak masa pacaran. Sengaja memang dibuat unik agar bisa berkesan.
“Telah kami rencanakan sejak pacaran, sudah sekitar sembilan tahun lalu,” ujarnya.
Sebelum menjemput mempelai wanita, pengantin pria melakukan upacara ritual pernikahan menurut agama hindu di rumah mempelai wanita, atau ngidih.
Sementara, mempelai wanita Ni Kadek Dwi Payani menyebutkan senang dijemput degan meggunakan mobil pikap.
“Senang karena bisa diarak keliling desa,” ujarnya.
Mobil pikap degan nomor polisi DK 9287 GI itu dihias dengan janur dan berisi dua kursi pengantin. Selain mempelai, mobil pikap ini juga dinaiki kerabat yang mengantar pengantin.
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1612 Kali
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1548 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1218 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1062 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah