Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 18 Mei 2026
Israel Disebut Tunggu Jawaban Hamas Soal Perpanjang Gencatan Senjata
beritabali.com/cnnindonesia.com/Israel Disebut Tunggu Jawaban Hamas Soal Perpanjang Gencatan Senjata
BERITABALI.COM, DUNIA.
Radio Angkatan Darat Israel melaporkan pemerintah menunggu respons Hamas mengenai perpanjangan kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza Palestina.
Per hari ini, Selasa (28/11) pagi waktu Gaza, gencatan senjata Israel-Hamas yang berlaku empat hari bakal berakhir.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sebelumnya menyatakan akan memberikan tambahan satu hari jika Hamas mau membebaskan 10 sandera tambahan.
Sejauh ini, belum ada respons dari Hamas serta detail kesepakatan apabila diperpanjang.
Dikutip Al Jazeera, Hamas sebelumnya menyatakan ingin memperpanjang gencatan senjata dengan Israel di Jalur Gaza yang akan segera berakhir pada Senin.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis Minggu (26/11) malam, Hamas menyatakan ingin "memperpanjang gencatan senjata setelah periode empat hari berakhir, melalui upaya serius untuk meningkatkan jumlah orang yang dibebaskan dari penjara sebagaimana diatur dalam perjanjian gencatan senjata kemanusiaan."
Niat memperpanjang gencatan senjata ini pun disambut baik oleh komunitas internasional. Qatar selaku mediator perjanjian gencatan senjata juga mengungkapkan kemungkinan tersebut.
Dukungan serupa juga disampaikan Presiden Amerika Serikat Joe Biden. Biden mengatakan pihaknya berupaya membantu mewujudkan perpanjangan gencatan senjata kedua pihak.
Baca juga:
24 Orang Tewas Tersambar Petir di India
Kabinet perang Israel juga disebut-sebut memberi isyarat dukungan atas rencana perpanjangan gencatan senjata sementara ini.
Sumber menuturkan kepada CNN bahwa kesepakatan gencatan senjata tidak berubah, di mana perpanjangan masa jeda pertempuran bisa diterapkan jika Hamas membebaskan lebih banyak sandera.
Sumber tersebut mengatakan syarat perpanjangan gencatan senjata yakni Hamas perlu membebaskan 10 sandera tambahan untuk setiap satu hari gencatan senjata tambahan.
Sejak Jumat kala gencatan senjata dimulai, Israel menyepakati perjanjian untuk menghentikan sebagian besar gempurannya di Jalur Gaza. Namun demikian, beberapa serangan tetap terjadi seperti misalnya di Tepi Barat, Palestina.
Otoritas kesehatan Palestina mengatakan sekitar 14.800 orang tewas sejak agresi 7 Oktober lalu. Sekitar 40 persen di antara korban adalah anak-anak.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1534 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1155 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1005 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 883 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah