Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Istana Endus Upaya Adu Domba Jokowi dengan Prabowo
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Staf Khusus Presiden Juri Ardiantoro mengendus upaya adu domba terhadap Presiden Joko Widodo dan Presiden terpilih Prabowo Subianto.
Juri mengatakan ada pihak yang sengaja mengembuskan isu keretakan Prabowo dan Jokowi. Pihak-pihak itu mengaitkan berbagai peristiwa politik dan mengaitkannya dengan keretakan hubungan dua presiden.
"Jika ada mengadu domba dengan nyata-nyata mengatakan hubungan Presiden Joko Widodo dan Presiden terpilih saat ini retak adalah upaya mengganggu agenda keberlanjutan pemerintahan," kata Juri melalui keterangan tertulis, Senin (26/8).
Juri memastikan kabar keretakan hubungan Jokowi dengan Prabowo tidak benar. Menurut Juri, Jokowi justru sedang fokus melakukan transisi pemerintahan.
Jokowi, ucapnya, memberi ruang yang luas bagi Prabowo untuk menyusun agenda-agenda strategis. Prabowo dipersilakan menjalankan visi dan misinya demi keberlanjutan pemerintahan selanjutnya.
"Di mana letak keretakannya? Itulah yang menjadi menjadi pertanyaan Pak Prabowo. Presiden terpilih tegas menampik berbagai spekulasi, rumor bahkan upaya-upaya politik yang bertujuan mengadu domba dengan Presiden Joko Widodo," ucap Juri.
Sebelumnya, hubungan Jokowi dengan Prabowo menjadi sorotan publik setelah drama revisi UU Pilkada. DPR yang dipimpin kader Gerindra Sufmi Dasco Ahmad membatalkan revisi UU Pilkada meskipun sudah sepakat dengan pemerintah.
Kemarin, Jokowi juga menyinggung soal orang-orang yang meninggalkannya dan membatalkan kesepakatan dengannya. Meski begitu, Jokowi tak menyebut siapa pihak yang ia maksud.
"Biasanya datang itu ramai-ramai, terakhir begitu mau pergi, ditinggal ramai-ramai. Tapi saya yakin itu tidak dengan Bapak Surya Paloh, tidak dengan Bang Surya, dan tidak juga dengan NasDem," ucap Jokowi saat berpidato pada pembukaan Kongres III Partai NasDem, Jakarta, Minggu (25/8).
"Saya pernah salaman, hari ini salaman, sepakat, lalu seminggu kemudian beda. Enggak apa-apa, saya kira sangat bagus," ungkap Jokowi. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5998 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4679 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2658 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2319 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2235 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan