Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 4 November 2026
Isu Bali Dijual Murah: Wagub Temukan Pekerja Asing dan Tidak Ada Produk Khas Bali
Kamis, 18 Oktober 2018,
23:55 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com,Badung. Dalam kesempatan mengunjungi beberapa toko yang menjual yang menjual kasur, latex, sutra dan juga perhiasan untuk turis tiongkok, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menemukan beberapa hal seperti dalam toko-toko tersebut tidak ada yang menjual produk khas Bali, serta ditemukan beberapa pekerja asing.
[pilihan-redaksi]
Didampingi pelaku pariwisata seperti Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Bali dan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Cok Ace pun berjanji akan mengambil langkah cepat untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Didampingi pelaku pariwisata seperti Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Bali dan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Cok Ace pun berjanji akan mengambil langkah cepat untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Tindakan tersebut terkait pemberitaan tentang Bali yang dijual sangat murah di Tiongkok di sejumlah media massa baik cetak maupun online membuat Pemprov Bali bertindak cepat. Cok Ace bertindak cepat dengan mendatangi sejumlah toko yang ditengarai dimiliki oleh investor asal Tiongkok di Benoa, Badung, Kamis (18/10).
Menurut Cok Ace yang didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra, hal ini merupakan aksi tanggapan atas pemberitaan di sejumlah media. “Ada pemberitaan wisata ke Bali dijual sangat murah di Tiongkok dan harga tersebut di bawah rata-rata. Dalam berita tersebut juga terdapat isu bahwa wisatwan Tiongkok dipaksa untuk belanja di sejumlah toko yang diduga mempekerjakan tenaga kerja asing asal Tiongkok tanpa ijin. Jadi ini tentu saja merugikan pariwisata kita,”jelasnya.
[pilihan-redaksi2]
Apalagi, Dia mengatakan sistem pembayaran dicurigai memakai sistem perbankan dari Tiongkok dan tidak ada sepeser pun yang didapat oleh Bali. Sehingga, hal itu semakin merugikan bisnis pariwisata, karena Bali hanya mendapatkan sampahnya saja.
Apalagi, Dia mengatakan sistem pembayaran dicurigai memakai sistem perbankan dari Tiongkok dan tidak ada sepeser pun yang didapat oleh Bali. Sehingga, hal itu semakin merugikan bisnis pariwisata, karena Bali hanya mendapatkan sampahnya saja.
Untuk langkah selanjutnya, Ia mengatakan akan berkoordinasi dengan pihak keimigrasian untuk mengecek tentang status tenaga kerja asing di sejumlah toko tersebut. “Selain itu kami juga akan mendata setiap barang jualan mereka, karena kami ingin barang-barang yang dijual adalah produk khas Bali,” imbuhnya.
Cok Ace menambahkan ke depan ingin lebih selektif mendatangkan wisatawan ke Bali. Pemberitaan seperti ini tentu saja telah merugikan citra pariwisata Bali, apalagi wisatawan asal Tiongkok mendominasi angka kunjungan wisatawan ke Bali. (bbn/rlspemprov/rob)
Berita Badung Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
02
03
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 585 Kali
04
05
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 459 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026