Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 13 Mei 2026
Jalan Ditutup di Goa Lawah Rugikan Ribuan Masyarakat Pengguna Jalan
Minggu, 1 November 2015,
21:50 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Beritabali.com, Denpasar. Sebuah upacara adat berlangsung di seputar Goa Lawah, Klungkung, Minggu (1/11/2015). Untuk kepentingan upacara ini, ruas jalan yang ada ditutup. Penutupan ruas jalan ini, menyebabkan kemacetan lalulintas yang panjang. Ratusan kendaraan terjebak akibat kemacetan yang berlangsung selama kurang lebih 8 jam itu.
Rombongan Ketua DPD Partai Demokrat Bali Made Mudarta, juga ikut terjebak dalam kemacetan panjang yang mencapai kurang lebih 10 kilometer itu.
"Macetnya sejak jam 11.00 Wita. Sekarang (malam Pukul 20.00 Wita, red) baru bisa jalan. Jalan ditutup karena upacara adat," jelas Mudarta, melalui sambungan telepon dari lokasi, Minggu (1/11/2015).
Politisi asal Jembrana itu, sangat menyayangkan adanya penutupan jalan secara total selama hampir 8 jam tersebut. Pasalnya, banyak warga yang dirugikan, termasuk wisatawan mancanegara.
"Macetnya sekitar 8 jam. Banyak warga yang marah. Ada juga bule sampai teriak-teriak, karena mereka kejar pesawat. Bahkan ada yang mau ke rumah sakit. Semuanya tak bisa jalan," kata Mudarta.
Ia memaklumi, bahwa penutupan jalan ini tentu untuk kepentingan upacara. Namun, ia sangat menyayangkan sikap aparat kepolisian yang ada di lokasi, karena justru membiarkan penutupan jalan itu.
Ia berpandangan, kendati ada upacara adat, namun tidak boleh menutup total jalan raya apalagi sampai 8 jam seperti kali ini. "Apalagi itu jalan negara. Seharusnya tak boleh ditutup. Walaupun ada upacara adat, tetap harus mengutamakan kepentingan umum. Polisi seharusnya tak boleh menutup jalan itu secara total," tandasnya.
Mudarta kemudian meminta semua pihak di Bali, baik masyarakat adat maupun aparat kepolisian, untuk tidak boleh menutup total jalan raya saat menggelar upacara. "Kasihan masyarakat umum, mereka terjebak kemacetan yang lama padahal ada urusan yang mendesak," ucapnya.
Ia khawatir, kemacetan seperti itu, apabila terus-menerus terjadi, bukan tidak mungkin akan merusak citra pariwisata Bali di mata wisatawan. Pasalnya, ada wisatawan yang juga ikut dirugikan karena kemacetan yang dipicu penutupan ruas jalan itu.
"Saya minta semua pihak untuk memperhatikan hal seperti ini di kemudian hari. Jangan sampai kemacetan karena upacara itu merusak citra pariwisata Bali," pungkas Mudarta.[bbn/suaradewata.com]
Berita Premium
Reporter: bbn/eng
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1177 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 917 Kali
03
04
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 749 Kali
05
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 685 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026